Tampilkan postingan dengan label Dr Boyke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dr Boyke. Tampilkan semua postingan

Profile Dr. Boyke - Wikipedia Indonesia

Profile Dr. Boyke

Boyke Dian Nugraha
atau sering dijuluki Dr. Boyke (lahir 1955) adalah seorang seksolog yang terkenal karena penampilannya yang cukup sering dalam acara Selamat Pagi yang disiarkan di televisi swasta Indonesia Trans 7. Dalam acara itu, ia sering diundang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pemirsa yang berkaitan dengan seks atau keluarga. Saat ini ia telah membuka tempat praktik yang bertempat di Jalan Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan.


http://id.wikipedia.org/wiki/Boyke_Dian_Nugraha

Vagina Gatal - Dr Boyke

Vagina Gatal


Dokter Boyke yang terhormat, Dok, akhir-akhir ini daerah bibir vagina
saya terasa gatal. Bila digaruk akan semakin gatal dan pedih. Bahkan,
setelah itu ada cairan yang menyebabkan permukaan menjadi gatal.
Vagina saya tampak kemerahan dan ada bintil-bintil samar (seperti
biduran). Apakah itu memang biduran? Kondisi ini terjadi setelah
bulan lalu saya mengalami biduran di seluruh tubuh saya. Meski
sembuh setelah diobati, kok vagina saya tetap saja gatal? Saya pernah
dengar tentang produk vagina douche untuk membersihkan vagina dari
seorang pramuniaga di departemen store. Apakah produk semacam itu
bisa dipergunakan untuk penyakit saya ini dok? Dalam kondisi seperti apa
seorang perempuan boleh menggunakan produk vagina douche? Apa saja
dampak negatif dari produk tersebut ?
Wahyurini, Jl Tebet Timur, Jakarta Selatan

Jawab:
Gatal-gatal pada vagina dapat menimbulkan keputihan dan penyebabnya
bisa karena infeksi, ataupun karena alergi. Adanya bintil-bintil kemerahan
menandakan bahwa kulit vagina anda mengalami alergi dan infeksi.
Biasanya paling sering di Indonesia adalah infeksi oleh jamur. Biduran
seluruh tubuh yang terjadi pada diri anda, biasanya disebabkan oleh reaksi
alergi pada tubuh (misalnya makan udang, keracunan makanan dan lain-
lain), akibatnya vagina pun terkena dampaknya, namun karena darah
vagina sangat sensitif ditambah dengan adanya infeksi jamur maka gatal
vagina menjadi berkepanjangan. Penggunaan vaginal douche sebaiknya
dikonsultasikan dengan dokter, karena antiseptik yang terkandung
dalam larutan untuk vaginal douche dapat membunuh
mikroorgasme yang baik (yang dibutuhkan oleh tubuh) untuk
menjaga keasaman vagina. Jika tidak ada indikasi, sebaiknya tidak
dilakukan vaginal douche. Jika tetap dilakukan, dapat mengakibatkan
vagina semakin kering dan semakin mudah terkena infeksi.***

Sumber : Suara Karya

Sterilisasi di Usia Muda - Dr Boyke

Sterilisasi di Usia Muda

Dokter Boyke...
Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua anak berusia 5 tahun dan 1
tahun. Bulan depan, usia saya genap 31 tahun. Dok, rencananya saya dan
suami hanya ingin memiliki dua anak. Tetapi, untuk menggunakan
alat kontrasepsi, saya masih takut, soalnya saya mempunyai kelainan
jantung bawaan. Apakah wanita seusia saya boleh disterilisasi? Apakah
sterilisasi ini berdampak pada hubungan seksual?
Maksudnya, apa saya juga mudah mendapatkan orgasme seperti terjadi
selama ini. Untuk suami, apakah ada bedanya antara perempuan yang
telah steril dengan belum? Apakah sterilisasi ini hasilnya 100 persen
mampu mencegah kehamilan? Hal apa saja yang membuat sterilisasi tidak
berjalan sesuai dengan harapan,
misalnya tiba-tiba saya hamil? Saya tunggu jawaban secepatnya. Soalnya,
saya saat ini tidak menggunakan alat kontrasepsi satu pun dan saya takut
hamil lagi...
Puri Intana, Jl Gelatik , Desa Sawah Lama, Ciputat

Jawab:
Sterilisasi adalah metode kontrasepsi permanent artinya kesuburan tidak
bisa kembali lagi. Jika memang anda hanya merencanakan dua anak saja,
tidak ada salahnya mengikuti kontrasepsi dengan cara steril. Banyak mitos
diseputar tindakan sterilisasi, seperti hilangnya gairah, tidak bisa orgasme
dan lain-lain.
Perlu diketahui bahwa pada tindakan sterilisasi sebenarnya merupakan
tindakan tubektomi (pemotongan dan pengikatan saluran telur), sementara
indung telur tidak diapa apakan, artinya fungsi indung telur
sebagai penghasil hormon estrogen dan progesteron
tidak terganggu. Untuk itu wanita masih bisa mendapatkan gairah
seks maupun orgasme sama dengan wanita yang tidak melakukan
sterilisasi, keberhasilan mencegah kehamilan pada sterilisasi adalah
hampir 100 persen. Biasanya kesalahan sterilisasi adalah memotong
dan mengikat ligamentum yang disangka sebagai tuba (saluran telur). Bisa
saja terjadi penyambungan kembali saluran telur yang sudah dipotong dan
diikat, namun hal tersebut sangat jarang terjadi. Jadi saya kira
memilih sterilisasi untuk KB anda boleh saja dilakukan.

Sumber : Suara Karya

Sulit Pipis setelah Ejakulasi - Dr Boyke

Sulit Pipis setelah Ejakulasi

Dokter Boyke....
Sebenarnya saya tidak punya masalah seksual. Tetapi, kejadian dua pekan
terakhir ini sungguh menganggu.Dok, saya pria berusia 28 tahun dan usia
istri saya tidak paut berbeda. Kami masih dalam suasana pengantin
baru, menikah sekitar 3 bulan lalu. Hubungan seksual kami panas dan
membara, barangkali sama seperti pengantin baru lainnya.
Namun, saya kok sekarang ini jadi sulit tidur setelah melakukan hubungan
seksual dengan istri? Padahal, saya mencapai ejakulasi, kondisi yang tidak
pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, teman-teman di kantor
hampir semuanya mengaku langsung tidur nyenyak setelah berhubungan.
Anehnya, saya kok harus buang air kecil dulu (kadang 2-3 kali) baru bisa
tidur, meski air seni yang keluar tidak banyak.
Saya khawatir kebiasaan yang nggak asyik ini terus berlanjut. Soalnya kan
repot kalau setiap kali mesti ke kamar mandi dulu. Maklum, masih tinggal
di Pondok Mertua Indah. Sehingga kami malas kalau harus keseringan
ke luar-masuk kamar, karena sebenarnya tidak kebelet kencing.
Normalkah kondisi saya ini dok?
Danang Priambodo by email

Jawab:
Halo Saudara Danang, buang air kecil setelah berhubungan seks
merupakan hal yang wajar. Maklum saja, pada saat orgasme (ejakulasi)
syaraf-syaraf penis terangsang sedemikian rupa, sehingga terjadi ejakulasi
(pengeluaran
sperma). Karena saluran ejakulasi dan saluran kencing muaranya sama,
serta kandung kencing ikut terangsang saat ejakulasi, maka setelah
ejakulasi dapat saja timbul keinginan untuk kencing.
Saran saya, coba kosongkan dulu kandung kencing sebelum berhu-bungan
seks. Cara ini biasanya dapat mengurangi keinginan kencing tersebut. Sulit
tidur karena belum kencing merupakan hal yang wajar, karena kandung


kencing terasa penuh dan membuat perasaan kita tidak nyaman
saat tidur.***

Sumber : Suara Karya

Kecapaian Turunkan Gairah Seks - Dr Boyke

Kecapaian Turunkan Gairah Seks

Dokter Boyke yang terhormat...
Saya pria berusia 42 tahun dan istri berusia 39 tahun. Dua tahun
belakangan ini, istri saya kembali bekerja di perusahaan keluarganya. Yang
jadi persoalan dok, kami sering pulang larut malam karena banyaknya
pekerjaan yang harus diselesaikan. Akibatnya, kami biasanya
pulang sudah dalam keadaan sangat lelah dan ingin tidur secepatnya.
Karena kesibukan pekerjaan ini hampir terjadi setiap hari, hubungan
seksual baru "sempat" kami lakukan pada akhir pekan. Pada saat itu
biasanya istri saya ingin melakukannya berkali-kali. Terus terang dok, saya
merasa agak kewalahan. Apakah hubungan seksual yang seperti ini
nantinya tidak mengganggu kesehatan? Apa yang harus saya lakukan
untuk meningkatkan stamina saya, dok, mengingat beberapa
bulan belakangan ini kondisi tubuh saya mudah letih, lemah dan
lesu? Karena, akhir pekan yang seharusnya digunakan untuk memulihkan
tenaga, justru kami forsir habis-habisan!
Rusdiawan, Cengkareng, Jakarta Barat

Jawab:
Saudara Rusdiawan, hubungan seks yang dilakukan berkali-kali dalam 1
hari, tentu saja menguras tenaga. Meskipun secara medis, tidak berdampak
serius, sebaiknya keinginan seks suami istri disalurkan secara teratur. Bagi
mereka yang sibuk, melakukan hubungan seks di pagi hari (lewat
"serangan fajar"), cukup nyaman dan menyenangkan. Apalagi setelah tidur


yang cukup, tenaga pulih sehingga cukup energi untuk melakukan
hubungan seks. Belum lagi, pada dini hari, hormon pria biasanya sedang
mencapai puncak dan hal tersebut dapat mendorong gairah seks Anda
secara optimal.Seks yang sehat dan indah, tidak membuat tubuh
lesu, tetapi justru menambah kebugaran. Lesu setelah
berhubungan seks bisa juga akibat kurang berolah raga atau ada
kecemasan yang berkepanjangan. Nah, cari waktu luang untuk sesekali
berolah raga dan hilangkan stres agar tidak selalu merasa cemas. Jalani
hidup ini dengan santai, selalu bersikap positif, dan tidak perlu
tegang untuk meraih kebahagiaan sejati.

Sumber : Suara Karya

Menyoal Praktik Anal Seks - Dr Boyke

Menyoal Praktik Anal Seks

Pak Dokter Boyke yang terhormat.Dok, ini pertanyaan darurat nih. Saya
seorang istri berusia 25 tahun. Suami saya 40 tahun. Kami menikah
baru setahun yang lalu. Saat menikah, suami saya seorang yang duda.
Awalnya saya bahagia dengan gaya bercinta suami saya yang heboh.
Tetapi belakangan ini, saya mulai bete alias bosan sekali. Soalnya, suami
saya selalu minta hubungan lewat belakang dengan memasukkan
"barang"nya lewat anus. Sakit dan jijik rasanya. Tapi kalau menolak, dia
langsung marah-marah. Dan, buntut-buntutnya, semua barang dia lempar.
Dok, apakah saya harus pasrah? Apakah hubungan lewat belakang itu
sehat? Bagaimana cara agar suami saya tidak melakukan lagi? Dok,
mengapa suami saya memilih hubungan lewat belakang? Apakah dia ada
kelainan
seks tertentu? Tolong ya, dok, saya sangat menderita karenanya.
ST, istri yang menderita, Cimanggis, Bogor


Jawab
Istri yang menderita di Cimanggis
Hubungan seks dari belakang atau dikenal dengan istilah anal seks
sebaiknya dihindarkan karena bukan merupakan seks yang sehat. Anus
merupakan tempat kotoran dan dindingnya tidak setebal vagina, sehingga
mudah robek pada saat hubungan seks. Kalau dindingnya terluka tentu
bisa berpotensi mendatangkan infeksi. Ini berpotensi mendatangkan
aneka macam penyakit seks. Kondisi itu juga dapat mengakibatkan
penularan berbagai penyakit (hepatitis C dan lain-lain) serta dapat
menimbulkan perdarahan hebat karena anus kaya akan pembuluh darah.
Anda tidak boleh pasrah. Cobalah tolak secara halus bila suami punya
keinginan itu. Tawarkan posisi dan variasi lain yang mampu membuat
suami tetap merasa senang. Perlu diketahui, hubungan seks melalui anus
sering dilakukan pria-pria homoseks, karena pasangan homoseks tidak
mempunyai vagina. Jika suami lebih menyukai anal seks ketimbang
vagina, mungkin saja dia punya
kecenderungan homoseksual? Ok.

Sumber : Suara Karya

Berhubungan Seks - Dr Boyke

Berhubungan Seks

Selama Hamil
Dokter Boyke yang baik,
Dok, istri saya positif hamil. Saya bersyukur, apalagi kami sudah
menunggu sejak dua tahun lalu. Tapi masalahnya dok, saya ini termasuk
orang yang keranjingan seks. Sejak menikah, kami selalu melakukan
hubungan bahkan setiap hari, walau itu cuma sebentar. Sebagai informasi,
istri saya sekarang usianya 24 tahun, sedang saya 30 tahun, istri saya


sedang mengandung dua bulan. Pertanyaannya dok, bagaimana cara
berhubungan seks yang aman agar kandungan istri saya tidak terganggu?
Kemudian bagaimana dengan frekuensi berhubungan yang
ideal selama istri saya hamil? Apakah betul, saat kandungan berusia
delapan hingga sembilan bulan aktivitas seks harus ditingkatkan?
Pantangan apa yang tidak boleh dilanggar saat berhubungan agar
kehamilan istri saya tidak terganggu?
Atas jawabannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih buat Pak Dokter.
Sukses ya, dok.
Irwan, Kebayoran Baru, Jakarta

Jawab:
Halo, Irwan di Kebayoran
Sebenarnya seks selama kehamilan boleh-boleh saja, tidak dilarang, selama
keadaan ibu dan janin sehat. Yang dapat menentukan janin dan ibu sehat
adalah dokter atau bidan yang merawat selama ibu hamil.Tentang posisi
hubungan seks yang aman, seperti pernah saya jelaskan dalam rubrik
terdahulu, wanita di atas (female superior) tidak terlalu berisiko. Sebagai
variasi, boleh juga posisi pria dari belakang (dog position) dengan posisi
wanita menungging. Seks yang sehat idealnya adalah 1-4 kali dalam
seminggu.
Ini berlaku untuk pria dan wanita, baik yang sedang hamil ataupun tidak.
Soal pantangan, rasa-rasanya tidak ada. Hanya saja, karena wanita sedang
hamil sebaiknya, ya jangan terlalu kasar. Hindari penetrasi terlalu kuat
terhadap perut wanita yang mengandung janin bayi.

Sumber : Suara Karya

Menyoal Oral Seks - Dr Boyke

Menyoal Oral Seks

Buat Pak Boyke,
Saya seorang pengantin baru berusia 22 tahun. Saya bersyukur punya
suami yang memiliki hasrat seks tinggi. Sebab itulah, setiap kali melakukan
hubungan seks, saya sering mencapai puncak. Tapi belakangan ini,
perilaku seksual suami saya yang berusia 24 tahun, agak aneh. Dia sering
meminta saya melakukan oral seks. Sebelnya, kalau sudah begitu,
pasti lama. Sampai saya pegel dan merasa jijik, dia tidak juga mencapai
puncak. Dia baru mencapai puncak kalau sudah melakukan hubungan
badan. Jadi dok, apakah permintaan beroral seks itu normal? Bagaimana
agar dia bisa cepat puas saat beroral seks?
Lalu bagaimana caranya? Apakah oral seks itu sehat?
Sumiyati A, Cileunyi, Bandung

Jawab:
Oral seks merupakan hal yang lazim dilakukan oleh
pasangan suami isteri, meski beberapa kalangan menganggap kegiatan
tersebut melanggar norma moral. Sebenarnya teknik dan cara oral seks
sendiri bermacam-macam, dan biasanya agar cepat ejakulasi, selain lewat
mulut, bisa juga dibantu melalui rangsangan tangan.Tidak ada cara khusus
dalam beroral seks. Sebenarnya saat masuk ke dalam mulut pun penis
sudah menerima
berbagai rangsangan seperti dari lidah, gusi, kerongkongan, bibir dan lain-
lain, yang memberikan sensasi yang bermacam-macam pula pada penis.
Meski secara medis kegiatan oral seks itu sehat, selama pasangan tidak
terkena penyakit menular seksual, tetapi sebaiknya dihindari. Apalagi,
kalau kegiatan tersebut tidak menyenangkan salah satu pihak karena
merasa jijik dan sebagainya.Belum lagi, kegiatan oral seks sejauh ini masih
belum bisa diterima secara moral. Apalagi, untuk peradaban dan
adat-istiadat orang Timur seperti Indonesia.***

Sumber : Suara Karya

Variasi Seks ala Kamasutra - Dr Boyke

Variasi Seks ala Kamasutra

Halo Dokter Boyke yang terhormat, Dok, usia saya seorang pria berusia 40
tahun. Saya sudah berumah tangga selama 10 tahun. Selama berhubungan
seks dengan istri, sudah berbagai gaya saya lakukan. Seperti pernah saya
baca di rubrik konsultasi seks sebuah majalah wanita, konon, variasi gaya
bercinta membuat hubungan seks menjadi luar biasa. Namun, saya masih
belum menemukan posisi yang mampu memberikan kepuasan puncak.
Pertanyaannya, posisi seperti apa yang memberikan kepuasan seks?
Bagaimana caranya?Kepada Dokter Boyke, semoga terus sukses.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kebaikan mau
menjawab pertanyaan saya.
Wardi Hendrawan Wisma Asri, Bekasi

Jawab:
Hasrat (gairah seksual) sangat tergantung pada beberapa faktor, antara lain
komunikasi, kondisi fisik, kondisi emosi, rasa cinta, teknik dan variasi. Jika
salah satu faktor tidak terpenuhi biasanya kepuasan seks yang diinginkan
menjadi tidak optimal. Untuk itu, cobalah bangun komunikasi yang lebih
intim, libatkan emosi saat bercinta dan tanyakan suasana seperti apa
yang diinginkan pasangan agar seks lebih memuaskan.Pada dasarnya
semua posisi dan variasi seks dapat memuaskan. Jadi, masalah kepuasan
tergantung pada keinginan masing-masing pasangan dan hal tersebut
bisa didiskusikan sebelum hubungan seks dimulai.
Untuk mendatangkan gairah seks agar lebih gayeng, Anda bisa melihat
film Kamasutra atau buku-buku pendidikan seks, seperti The Perfumed
Garden. Dari menonton film atau membaca buku-buku seks macam ini,
daya imajinasi saat berhubungan badan akan tumbuh. Bila daya imajinasi
melambung, maka gairah seks pun akan meluap-luap. Keinginan untuk
mencapai puncak kenikmatan saat bersenggama, terbuka lebar. Ini akan
membantu pasangan (kedua belah pihak) untuk mencapai kepuasan yang
tak terkira.***

Sumber : Suara Karya

Cinta dan Keperawanan - Dr Boyke

Cinta dan Keperawanan

Salam hangat untuk dokter Boyke...
Saya pria berusia 29 tahun. Dalam waktu 6 bulan lagi saya akan menikah.
Calon istri saya berniat melakukan pemeriksaan yang berhubungan
dengan organ reproduksi. Apakah saya juga perlu melakukan hal yang
sama? Kalau ya, pemeriksaan apa saja yang sebaiknya saya jalani?
Dok, boleh tanya yang agak "aneh" kan? Apakah keperawanan itu hanya
bisa dibuktikan lewat darah yang keluar saat pertama kali berhubungan
badan? Bila tidak ada darah, apakah ada ciri lain yang menandakan
pasangan hidup saya itu masih perawan?
Kata sejumlah kawan, vagina yang masih seret itu menandakan
perempuan bersangkutan masih perawan, benarkah? Tanpa bermaksud
tak percaya dengan istri, saya hanya ingin tahu saja akan hal-hal yang akan
saya hadapi tak lama lagi.
Terima kasih banyak, Dok...
Rudi Djamil, By Email

Jawab:
Merupakan hal yang positif bagi Anda dan calon istri untuk melakukan
pre-marital check up. Pemeriksaan ini dapat mengantisipasi hal-hal yang
tidak diinginkan pada anak yang dilahirkan kelak ataupun pada kesehatan
pasangan. Seorang calon suami yang menderita sifilis, selain menularkan
penyakit tersebut pada pasangan juga dapat menggangu janin di dalam
kandungan pasangan. Janin yang dikandungnya kelak akan mengalami
kecacatan atau keguguran. Biasanya check up meliputi pemeriksaan organ
reproduksi dan laboratorium darah. Hanya 65% wanita mengalami
pendarahan vagina pada senggama pertama, sedangkan 35%-nya tidak
berdarah karena mungkin robeknya selaput dara pada tempat yang
tidak ada pembuluh darahnya, atau karena memiliki selaput dara yang
elastis. Ciri-ciri seseorang masih perawan hanya bisa dilihat dari selaput
daranya oleh dokter.
Sebenarnya makna suatu perkawinan tak tergantung pada selaput dara,
tetapi pada cinta Anda kepada pasangan calon istri atau sebaliknya. Kalau
Anda memang cinta pada calon istri, Anda harus mau menerima pasangan
Anda itu seperti apa adanya. Seret tidaknya vagina tidak menentukan
seorang wanita masih perawan atau tidak. Ok, selamat melangsungkan
perkawinan.***

Sumber : Suara Karya

Sulit Ejakulasi - Dr Boyke

Sulit Ejakulasi

Halo dokter Boyke.
Dok, saya duda yang baru menikah lagi setelah 2 tahun "kosong". Usia
saya saat ini 42 tahun. Yang saya ingin tanyakan dok, saya jadi sering
kesulitan untuk berejakulasi setelah melakukan hubungan seksual.
Bahkan, hingga 30 menit setelah itu. Apakah saya normal dok? Apakah
kesulitan ejakulasi yang saya alami itu berhubungan dengan masa
menduda saya selama dua tahun itu? Karena, selama menduda itu, saya
nyaris tidak pernah berhubungan seks dengan perempuan. Biasanya saya
mengalihkan keinginan seksual dengan kesibukan bekerja dan berolahraga
di malam hari. Karena, setelah berolahraga biasanya saya langsung tidur
lelap hingga pagi. Kalaupun keinginan seksual itu tidak bisa
dibendung lagi, saya biasanya melakukan onani. Apakah ada cara alami
untuk mempercepat proses ejakulasi? Karena, bila kondisi ini berlanjut,
kasihan sekali istri saya yang terlihat kelelahan tetapi saya belum "selesai".
Patria Halim Bumi Serpong Damai, Tangerang


Jawab:
Memang, ejakulasi sangat dipengaruhi oleh faktor fisik dan faktor psikis.
Kebiasaan mengontrol ejakulasi saat menduda bisa saja menjadi penyebab.
Namun, kurang cukupnya rangsangan atau adanya penyakit gula,
minum obat-obatan tertentu dapat pula menjadi penyebab lainnya. Di
samping itu, pada pria yang takut istrinya hamil atau tidak menyintai istri,
ejakulasi menjadi terhambat. Saran saya, coba hubungi dokter urologi
untuk mengetahui penyebabnya secara fisik. Jika semuanya normal,
bukan tidak mungkin, faktor psikis-lah penyebabnya. Ok.

Sumber : Suara Karya

Ujung Penis Terhalang - Dr Boyke

Ujung Penis Terhalang


Dr Boyke yang baik
Saya seorang suami berusia 48 tahun. Dok, saya sedang mempunyai
masalah saat buang air kecil, yaitu seperti ada yang menghalangi di ujung
penis, sehingga terasa kurang tuntas. Akibatnya, saya harus mengejan
sedikit agar air kencing yang tertahan di ujung penis bisa keluar. Selain itu,
terkadang penis menjadi tegang serta urin seolah tertahan dan tidak
memancar seperti biasanya. Setelah normal kembali, beberapa saat
kemudian keluar cairan seperti air manis dan berwarna putih.
Apakah penyebabnya? Terus terang dok, akibat penyakit saya ini,
hubungan seks dengan istri jadi terganggu. Karena, setiap
akan berhubungan badan, ada perasaan tidak nyaman. Tolonglah dok...
bagaimana menyembuhkan penyakit saya? Prambudi Ananto
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Jawab:
Adanya infeksi pada muara saluran penis (uretritis) sering kali
menghalangi keluarnya air kencing atau sperma. Seperti diketahui, pada
muara saluran kencing terdapat kelenjar-kelenjar yang berfungsi
sebagai pelumas saat hubungan seks. Mungkin saja kelenjar-kelenjar
tersebut bengkak akibat terinfeksi. Cobalah konsultasikan ke dokter
urologi. Biasanya jika penyebabnya infeksi, pemberian antibiotik untuk
jangka waktu tertentu dapat menolong. Komunikasikan hal
tersebut juga pada istri, sehingga istri pun dapat mengetahui mengapa saat
berhubungan seks, Anda merasa tidak nyaman. Kalau perlu, ajak dia ke
dokter untuk menemani Anda.

Sumber : Suara Karya

Seks Selama Hamil - Dr Boyke

Seks Selama Hamil

Dokter Boyke yang baik,
Dok, istri saya positif hamil. Saya sangat bersyukur karena kami sudah
menunggu sejak dua tahun lalu. Tapi masalahnya, saya ini termasuk orang
yang keranjingan seks. Sejak menikah, kami selalu melakukan hubungan
seks setiap hari, walau cuma sebentar. Usia istri saya sekarang 24 tahun,
sedangkan saya 30 tahun. Istri saya sedang mengandung 2 bulan.
Kehamilan istri jelas kami sambut dengan bahagia karena kami
akan memiliki momongan hasil buah cinta kasih di antara
kami. Pertanyaannya, dok:
Bagaimana cara berhubungan seks yang aman agar kandungan
istri saya tidak terganggu? Frekuensi berhubungan yang
ideal selama istri saya hamil, berapa kali seminggu?
Apakah betul, saat kandungan berusia 8-9 bulan,
aktivitas seks harus ditingkatkan? Pantangan apa yang
tidak boleh dilanggar saat berhubungan agar kehamilan
istri saya tidak terganggu?
Atas jawabannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Buat Pak Dokter Boyke, sukses ya, Dok!
Irwan Hanafie
Petukangan Utara,
Jakarta Selatan

Jawab:
Sebenarnya seks selama kehamilan boleh-boleh saja, selama keadaan ibu
dan janin sehat. Yang dapat menentukan janin dan ibu sehat adalah dokter
atau bidan yang merawat selama ibu hamil. Posisi hubungan seks yang
aman adalah wanita di atas (female superior) atau pria dari belakang
(dog position). Seks yang sehat adalah 1-4 kali per minggu, baik pada
wanita sedang hamil ataupun tidak.
Hubungan seks saat kandungan memasuki usia 8-9 bulan tidak perlu
ditingkatkan. Melakukan 1-4 kali per minggu cukup sehat. Pantangan yang
dilarang dalam hubungan seks selama hamil adalah berlaku terlalu kasar,
misalnya, menggunakan alat bantu seks yang dimasukkan ke dalam
vagina, dan lain-lain. Hal itu sebaiknya tidak dilakukan
untuk menghindari luka inveksi pada liang vagina dan keguguran pada
jabang bayi. Ok.***

Sumber : Suara Karya

Asap Rokok Hambat Kehamilan - Dr Boyke

Asap Rokok Hambat Kehamilan

Dokter Boyke....
Saya perempuan berusia 29 tahun. Dalam satu tahun terakhir ini, saya
dilanda kecemasan karena tak kunjung hamil setelah 3 tahun usia
perkawinan. Terus terang, saya memang perempuan karier dengan jabatan
cukup tinggi di sebuah perusahaan dan juga perokok berat. Saya mulai
merokok saat masih duduk di bangku kuliah dan makin parah hingga saat
ini. Sehari saya bisa menghabiskan 3 bungkus rokok jenis mild.
Aktivitas seksual kami tidak ada masalah, bahkan boleh dibilang cukup
"hot" karena kami melakukannya rata-rata 3 kali seminggu dengan kualitas
hubungan yang luar biasa. Artinya, kami berdua sama-sama selalu bisa
mencapai puncak.
Namun, sebagai pasangan suami istri, kami tentu juga ingin mempunyai
keturunan. Apakah ketidaksuburan ini disebabkan oleh kebiasaan saya
yang suka merokok? Ataukan, karena faktor suami yang juga suka
merokok? Apakah saya harus benar-benar berhenti merokok atau cukup
mengurangi saja? Apakah suami juga harus berhenti merokok? Kalau
boleh tahu, zat apa sih yang terkandung dalam rokok, khususnya yang
menyebabkan kemandulan? Selain berhenti merokok, apa yang harus saya
lakukan agar saya bisa hamil? Apakah ada vitamin khusus untuk
meningkatkan kesuburan saya maupun suami? Dari banyak pengalaman
pasangan suami istri lainnya yang perokok, apakah berhenti merokok
benar-benar bisa memperbaiki tingkat kesuburan seseorang?
Putri Ananda, Petukangan Utara, Jaksel

Jawab:
Sudah jelas tertulis dalam pernyataan bahaya merokok pada iklan maupun
bungkus rokok bahwa rokok dapat menyebabkan kanker, impotensi dan
kemandulan. Oleh karena itu jika ingin cepat hamil, baik suami maupun
istri harus berhenti merokok. Suami yang merokok dapat menjadikan
istrinya perokok pasif dan menimbulkan kesulitan hamil juga, bahkan jika
wanita tersebut bisa hamil, janinnya dalam kandungan akan mengalami
pertumbuhan yang terhambat. Zat-zat yang terkandung dalam rokok yang


membahayakan tubuh adalah nikotin, tar, gas CO dan ratusan zat
berbahaya lainnya. Beberapa ahli bahkan mengumpamakan seorang
perokok sama dengan bernafas dengan hidung ditaruh pada knalpot mobil
yang dinyalakan. Selain berhenti merokok, mengonsumsi makanan
bergizi, berolah raga, memanaj stres yang ada, dapat meningkatkan
kesuburan suami dan istri.***

Sumber : Suara Karya

Tips Kencangkan Otot Vagina - Dr. Boyke

Tips Kencangkan Otot Vagina

Dokter Boyke yang terhormat....
Dok, saya ibu rumah tangga dengan tiga anak yang masih kecil-kecil,
masing-masing berusia 8 tahun, 6 tahun dan 4 tahun. Saya berbahagia
sekali memiliki buah hati tersebut karena mereka lucu-lucu,
menggemaskan, dan pandai berbicara. Kehadiran mereka menjadi teman
yang tidak membosankan selama menunggu suami pulang kerja.
Tetapi satu hal yang kini mencemaskan saya adalah bentuk
vagina saya sepertinya sudah tidak seksi lagi dan karenanya rasa sensasi
ketika making love (ML) dengan suami jadi jauh berkurang. Saya susah
mencapai orgasme.
Akhirnya saya jadi tak terlalu bersemangat bermesraan
dengan suami. Saya malah merasa lebih asyik bersua dan
bercanda dengan anak-anak.
Dok, apa yang harus saya lakukan agar bentuk vagina saya bisa seperti
dulu lagi? Apakah saya harus melakukan operasi vagina agar "menciut"
lagi? Adakah cara lain, tanpa perlu melakukan operasi?
Dok, saya sering mendengar iklan produk yang katanya bisa merapatkan
vagina yang sudah kendor, apakah klaim itu benar? Apakah vagina akan
semakin kendor bila kita tidak melakukan tindakan perbaikan? Apakah
kasus yang saya alami ini biasa terjadi pada perempuan lain yang
telah melahirkan 4 anak? Apakah usaha perbaikan ini tidak terlambat,
mengingat usia saya sudah 39 tahun?
Ratna Wulandari by email

Jawab:
Iklan-iklan memperbaiki bentuk vagina melalui krim-krim


tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Lebih baik mengikuti senam otot-
otot panggul pada masa nifas dan setelah melahirkan. Hal tersebut telah
terbukti dapat mengembalikan kekencangan otot vagina. Pada
umumnya wanita yang melahirkan secara normal mengalami
perubahan vaginanya. Jadi, hal ini merupakan hal yang umum saja.
Sudah diteliti bahwa senam kegel dapat mengembalikan
sensasi yang hilang setelah melahirkan.

Sumber : Suara Karya

Jakun dan Disfungsi Ereksi - Dr Boyke

Jakun dan Disfungsi Ereksi

Dokter Boyke yang terhormat
Kenalkan nama saya Aprianto, pria berusia 22 tahun. Dok saya punya
masalah dengan jakun, yaitu tidak menonjol seperti teman-teman pria
lainnya. Padahal, tubuh saya kurus. Dari info yang saya dengar dari
teman-teman, pria yang jakunnya tidak nongol seperti saya, kemampuan
seksnya tidak kuat. Katanya saya memiliki kecenderungan untuk menjadi
seorang perempuan. Apakah info itu benar? Apa yang harus saya lakukan
agar leher saya berjakun seperti pria kebanyakan. Sebenarnya apakah
fungsi jakun itu? Apakah saya harus operasi untuk mendapatkan jakun?
Treatment apa yang saya harus lakukan...dok? Dok, teman saya pernah
mengeluh katanya ia akhir-akhir ini sering mengalami kesulitan dalam
berhubungan seksual dengan istrinya. Apakah keluhan itu akibat stress
yang dialaminya akibat beban kerjanya yang begitu banyak. Karena saya
tidak mengerti tentang seks, saya katakan untuk rajin berolahraga untuk
meningkatkan staminanya. Usaha itu katanya sudah dilakukan, tetapi kok
tidak pengaruh ya? Apakah ada cara lain dok? Saya lihat wajahnya tidak
lagi sumringah seperti dulu-dulu....
Aprianto ,Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Jawab:
Pertumbuhan jakun memang dikaitkan dengan adanya perkembangan
seks sekunder pada pria, di samping perubahan suara, tumbuhnya
rambut/kumis serta adanya mimpi basah pada saat pubertas.
Pertumbuhan jakun tidak dikaitkan dengan kemampuan seks. Yang jelas,
jakun itu pasti tumbuh hanya mungkin tidak terlalu menonjol.
Seperti juga kumis tidak selalu setiap laki-laki tumbuhnya lebat.
Fungsi jakun sebenarnya hanya dikaitkan dengan tanda seks sekunder saja,
tidak ada fungsi yang khusus. Jadi tidak perlu cemas, selama fungsi ereksi
dan ejakulasi anda masih normal, semua akan berjalan baik-baik saja.


Mengenai temanmu itu, ia nampaknya mengalami disfungsi ereksi, di
mana salah satu penyebabnya adalah stress dan kelelahan. Beban
pekerjaan yang menumpuk selain mengakibatkan kelelahan, juga timbul
stress yang berkepanjangan.
Apalagi jika di tambah dia tidak berolah raga, tubuhnya gemuk,
mempunyai kebiasaan merokok dan minum minuman keras, maka semua
faktor tersebut memperburuk kemampuan ereksinya. Anjuran anda agar ia
berolah raga sudah tepat, karena tubuh yang bugar akan membuat
seksnya menjadi bugar.
Namun, jika faktor stressnya tidak teratasi, tetap saja akan terjadi disfungsi
ereksi. Saran saya, coba anjurkan ia untuk berkonsultasi dengan konsultan
seks untuk diobati, karena selain stress, beberapa penyakit seperti gula
(diabetes melitus), darah tinggi, kelainan pembuluh darah, kelainan syaraf
dan gangguan hormon dapat pula menjadi penyebab disfungsi ereksi.***

Sumber : Suara Karya

Jumlah Sperma Kurang - Dr Boyke

Jumlah Sperma Kurang

Dokter Boyke,
Sejak menikah dua tahun lalu, kami belum juga dikarunia keturunan.
Setelah berkonsultasi dengan dokter, istri saya dinyatakan normal dan
sehat. Masalahnya ada pada saya, yaitu jumlah sperma dibawah rata-rata.
Apa maksud informasi ini dok? Padahal, saya tidak punya punya
penyakit berat seperti stroke atau jantung. Kalau melihat penampilan saya
pun orang tidak akan menyangka saya memiliki sperma dibawah rata-rata,
karena tubuh saya proporsional dan terlihat bugar? Mengapa sperma
seseorang bisa di bawah rata-rata?
Bila kondisinya demikian, apa yang harus saya lakukan dok? Apakah ada
cara yang cepat dan tepat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
sperma? Apakah masalah ini bisa diatasi dengan makanan tertentu atau
olahraga tertentu. Sampai jumlah berapa sperma bisa dikatakan diatas rata-
rata itu. Bagaimana mengetahui kalau sperma saya telah meningkat? Bila
kondisinya sudah diatas rata-rata, apa yang saya harus lakukan lagi agar
istri saya cepat hamil. Terima kasih banyak atas informasinya.
Rudi Ismadi, Ciputat, Tangerang

Jawab:
Kemampuan sperma dalam membuahi sel telur agar terjadi kehamilan
sangat tergantung pada jumlah dan kwalitas sperma. Biasanya dokter akan
menilai volume semen (normal 2-5 ml), jumlah sperma (minimal 20-40
juta/ml), gerakan sperma (minimal 60 persen harus mampu bergerak
lurus dan cepat) serta bentuk sperma yang normal yang jumlahnya sekitar
80 persen.
Penyebab jumlah sperma yang kurang dapat disebabkan oleh karena
kelelahan, tidur yang kurang, kegemukan ataupun kebiasaan merokok dan
minum minuman keras, serta stress berkepanjangan. Adanya gangguan
hormon testosteron, adanya varicocele (pembuluh darah vena di buah
zakar),


infeksi (misalnya penyakit kelamin), kelainan khromosom dapat menjadi
penyebab jumlah sperma yang kurang. Berolah raga teratur, makan
makanan yang banyak mengandung zink (sea food, terong), vitamin E
(tauge) dapat membantu meningkatkan jumlah sperma. Namun di
samping mengalami kehidupan yang sehat, coba berkonsultasi dengan
dokter spesialis andrologi agar dapat diketahui penyebabnya serta diobati
sesuai dengan penyebabnya.
Untuk mengetahui sperma sudah bertambah jumlahnya biasanya setelah 3-
6 bulan pengobatan dokter akan memeriksa ulang analisa sperma, dan
dibandingkan hasilnya dengan sebelum pengobatan. Jika jumlah dan
kwalitas sperma sudah baik, selama tidak ada gangguan kesehatan
reproduksi pada istri, biasanya mudah terjadi kehamilan.

Sumber : Suara Karya

Sulit Orgasme - Dr Boyke

Sulit Orgasme

Dr Boyke sayang ...
Saya mungkin termasuk seorang istri yang kurang beruntung dalam
kehidupan seks kami. Terus terang saja dok, saya jarang sekali mengalami
kepuasan setiap kali melakukan senggama bersama suami. Ini karena sikap
suami saya, yang entah karena egois atau memang ada kelainan, setiap kali
melakukan hubungan seks, ia cepat sekali selesai.
Saya belum apa-apa, atau baru mulai "panas", suami sudah langsung
"tancap gas" dan terkesan terburu-buru. Biasanya setelah puas, suami saya
langsung tidur mendengkur. Tidak jarang, bahkan langsung
membelakangi saya. Hal macam ini sudah berlangsung bertahun-tahun,
dan biasanya saya hanya bisa tercenung melihat suami yang sudah
terlelap. Akibatnya, saya sering melakukan onani.

Beruntung, saya cukup terhibur dengan kehadiran tiga anak perempuan
yang cantik-cantik. Kehadiran mereka membuat saya tetap mencintai
suami saya. Namun kalau mengingat kehidupan seks kami, saya jadi sedih
dan sering uring-uringan sendiri.

Bagaimana ini dok? Sebenarnya saya ingin sekali berkomunikasi dengan
suami, tapi saya malu dan takut menyinggung perasaannya. Bukankah
seorang istri tak pantas menuntut, apalagi menuntut soal yang "satu" itu?
Memang, sejauh ini kami hidup berkecukupan karena suami termasuk
orang yang terpandang dan sukses dalam karier di sebuah perusahaan
BUMN dengan jabatan cukup tinggi pula.

Mariana S, Cililitan, Jakarta Timur

Jawab:
Mariana di Cililitan, Etika berhubungan seks yang hanya mementingkan
diri sendiri dapat mengurangi kualitas hubungan seks dan keharmonisan.
Seharusnya, baik suami maupun istri dapat saling memberikan rangsangan
seksual yang cukup sehingga pasangan puas. Seorang wanita
membutuhkan waktu orgasme lebih lama dibanding pria. Oleh sebab itu,
rangsangan-rangsangan pada daerah erogen (peka rangsang) harus


diberikan sampai istri menjelang orgasme. Pada saat itu barulah tepat
dilakukan penetrasi penis, sehingga orgasme dan ejakulasi dapat dicapai
bersama-sama. Setelah dicapai orgasme, suami istri masih tetap
melanjutkan rangsangan dan saling memeluk, saling mengucapkan terima
kasih atas kenikmatan yang diberikan. Itulah etika seksual yang umum
dilakukan. Sebenarnya untuk mengkomunikasikan masalah seks pada
suami, mudah saja selama suami dapat berpikiran bahwa hubungan
seksual bertujuan untuk kepuasan bersama. Tak perlu takut, sampaikan
saja pada saat yang tepat (di tempat tidur) dan cara yang tepat (dengan
kata-kata yang lembut, tanpa menyalahkan). ***

Sumber : Suara Karya

Khitan dan Penis Kecil - Dr Boyke

Khitan dan Penis Kecil

Dr Boyke yang terhormat,
Saya seorang WNA dari Batam yang sebentar lagi akan menikah dengan
seorang wanita yang pernah bersuami. Melalui Dr Boyke saya mohon
bantuan nasihat atau petunjuk menyangkut permasalahan saya sebagai
berikut:
Berdasarkan kesepakatan dengan keluarga calon istri saya, sebelum
melangsungkan pernikahan saya harus dikhitan dulu. Adakah risiko bagi
saya sekiranya saya tidak mau dikhitan dan apa pula manfaatnya bagi
saya jika dikhitan?
Perlu Dr Boyke ketahui kalau saya akhirnya menolak dikhitan itu semata-
mata karena rasa malu, mengingat usia saya sudah 33 tahun, sedangkan
yang saya ketahui umumnya pria Indonesia dikhitan di usia anak-anak.
Menurut cerita rekan-rekan saya, pria WNI jika ukuran penisnya kecil
kelak tidak bisa membahagiakan istrinya. Padahal saya ingin sekali
membahagiakan istri saya, namun ukuran penis saya tergolong kecil. Jika
sedang kajung (berdiri/tegak) ukuran maksimal hanya sekitar 10
cm. Menurut Dr Boyke apakah bentuk ukuran penis salah satu
kunci membahagiakan istri? Adakah alat yang bisa menolong saya
membesarkan dan memanjangkan bentuk dan ukuran penis saya? Atas
bantuan Dr Boyke saya ucapkan terima kasih. Jle di Batam


Jawab:
Khitan sebenarnya bertujuan untuk kebersihan penis. Dengan dikhitan
smegma yang terkumpul di kepala penis akan hilang dan tentunya akan
menjadi lebih bersih. Khitan sendiri dapat menurunkan risiko terjadinya
kanker penis dan menurunkan risiko tempat smegma sebagai sumber
penyakit menular seksual.
Ukuran penis tidak menentukan kepuasan seks, karena letak G-Spot, yaitu
pusat orgasme wanita pada 1/3 bagian atas vagina, sehingga penis dengan
ukuran kurang dari 10 cm dapat mencapainya. Lagi pula keharmonisan
perkawinan tidak ditentukan oleh seks semata, faktor
komunikasi, toleransi dan pemanfaatan waktu luang bersama pasangan
itu lebih penting.

Sumber : Suara Karya

Eksperimen Seks - Dr Boyke

Eksperimen Seks

Yth dr Boyke
Sebagai seorang suami yang telah membina rumah tangga selama 10 tahun
dengan dua anak, akhir-akhir ini saya senang sekali melakukan
eksperimen dalam bersenggama. Terakhir, saya menyukai sekali
berhubungan seks dengan posisi berdiri. Dengan begitu, saya merasa lebih
nyaman dan bisa mengendalikan diri hingga mampu bertahan
lama.Masalahnya, istri saya justru lebih menyukai posisi duduk di atas
(menelungkup). Karena, dengan posisi demikian, ia merasa bisa berperan
aktif mengatur penetrasi di titik-titik sensitif vaginanya sesuai yang
dikehendaki. Oleh sebab itu, setiap kali berhubungan seks, kami biasa
menerapkan gaya bersenggama berdiri dan dengan posisi konvensional
(istri di bawah saya di atas), atau sebaliknya, saya di bawah istri di atas.

Pertanyaan saya, apakah bersenggama dengan posisi berdiri itu normal?
Bagaimana pula dengan aneka posisi lainnya, seperti yang pernah saya
lihat di gambar-gambar porno?

Hanafi Rauf, Tanjung Priok, Jakarta Utara

Jawab:Hanafi Rauf di Tanjung Priok
Posisi dan variasi seks dilakukan oleh pasangan untuk mengatasi
kejenuhan dan kebosanan dalam berhubungan seks. Posisi berdiri yang
dilakukan oleh pasutri (pasangan suami istri) merupakan salah satu posisi
yang normal. Biasanya memang pasangan pria lebih dapat menahan
ejakulasinya.

Pada beberapa pria dengan wanita yang mungil, pria memangku si wanita
dan posisi ini dikenal dengan posisi "monyet memanjat kelapa". Pada
posisi istri di atas (female superior), istri lebih mudah mencapai orgasme


arena -- seperti pernah saya jelaskan -- titik G-spot (titik orgasme pada
wanita) lebih mudah terangsang oleh penis.

Melakukan berbagai posisi seperti yang ada di film porno boleh saja, asal
tidak mengganggu kesehatan dan norma-norma yang dianut seperti seks
saat haid atau sex anal.

Sumber : Suara Karya