Profile Dr. Boyke
Boyke Dian Nugraha atau sering dijuluki Dr. Boyke (lahir 1955) adalah seorang seksolog yang terkenal karena penampilannya yang cukup sering dalam acara Selamat Pagi yang disiarkan di televisi swasta Indonesia Trans 7. Dalam acara itu, ia sering diundang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pemirsa yang berkaitan dengan seks atau keluarga. Saat ini ia telah membuka tempat praktik yang bertempat di Jalan Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan.
http://id.wikipedia.org/wiki/Boyke_Dian_Nugraha
Tampilkan postingan dengan label Semua File. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semua File. Tampilkan semua postingan
Profil Naek L Tobing - Wikipedia Indonesia
Profil Naek L Tobing
Naek L Tobing (lahir di pulau Samosir, Tapanuli, 14 Agustus 1940) adalah seorang dokter Indonesia. Dia adalah salah seorang tokoh seksologi yang terkenal. Dia juga pengarang dari buku Masalah dan Solusi (1994), Seks Pranikah, Seks Extramarital, dan Membangun Keharmonisan Suami-Istri.
http://id.wikipedia.org/wiki/Naek_L_Tobing
Naek L Tobing (lahir di pulau Samosir, Tapanuli, 14 Agustus 1940) adalah seorang dokter Indonesia. Dia adalah salah seorang tokoh seksologi yang terkenal. Dia juga pengarang dari buku Masalah dan Solusi (1994), Seks Pranikah, Seks Extramarital, dan Membangun Keharmonisan Suami-Istri.
http://id.wikipedia.org/wiki/Naek_L_Tobing
Sejarah Sex / Seks - Wikipedia Indonesia
Sejarah Sex / Seks
Pada awal kehidupan di bumi, selama miyaran tahun segenap kehidupan bereproduksi secara aseksual dengan hanya membelah diri dan menghasilkan keturunan yang persis sama (kecuali mutan). Hal ini menyulitkan saat lingkungan berubah dan menciptakan mahluk pemangsa baru dari organisme aseksual ini, karena seluruh organisme sama, maka mereka memiliki kemungkinan dimangsa (terbunuh) yang sama. Bila saja organisme-organisme ini berbeda dan memiliki individu yang lebih tangkas, lebih kuat, atau lebih cekatan dalam menghindari pemangsanya, maka mereka akan mampu untuk melarikan diri dan berkembang biak.
Walaupun keberadaan seks pada awal kehidupan tidak jelas, namun pada awal terjadinya seks di muka bumi tidak ditujukan untuk reproduksi (satu sel membelah menjadi dua) melainkan sebaliknya. Seks primitif ada saat dua sel bergabung sejenak dan saling bertukar gen. Pada percobaannya oleh para peneliti, dua galur gonococcus (penyebab gonore) digabungkan di dalam satu cawan yang sama. Galur pertama kebal terhadap penisilin, sedangkan yang kedua tidak. Setelah beberapa lama semua gonococcus menjadi kebal terhadap penisilin. Bakteri-bakter ini saling berpasangan dan bakteri yang kebal, memodifikasi gen yang tidak kebal. Percobaan ini membuktikan bahwa seks menjadi salah satu strategi bertahan hidup yang paling sederhana dengan adanya kerjasama.
Pada perkembangannya kemudian seks menjadi reproduksi seksual, dimana seks digunakan secara rutin dalam proses reproduksi.
http://id.wikipedia.org/wiki/Seks
Pada awal kehidupan di bumi, selama miyaran tahun segenap kehidupan bereproduksi secara aseksual dengan hanya membelah diri dan menghasilkan keturunan yang persis sama (kecuali mutan). Hal ini menyulitkan saat lingkungan berubah dan menciptakan mahluk pemangsa baru dari organisme aseksual ini, karena seluruh organisme sama, maka mereka memiliki kemungkinan dimangsa (terbunuh) yang sama. Bila saja organisme-organisme ini berbeda dan memiliki individu yang lebih tangkas, lebih kuat, atau lebih cekatan dalam menghindari pemangsanya, maka mereka akan mampu untuk melarikan diri dan berkembang biak.
Walaupun keberadaan seks pada awal kehidupan tidak jelas, namun pada awal terjadinya seks di muka bumi tidak ditujukan untuk reproduksi (satu sel membelah menjadi dua) melainkan sebaliknya. Seks primitif ada saat dua sel bergabung sejenak dan saling bertukar gen. Pada percobaannya oleh para peneliti, dua galur gonococcus (penyebab gonore) digabungkan di dalam satu cawan yang sama. Galur pertama kebal terhadap penisilin, sedangkan yang kedua tidak. Setelah beberapa lama semua gonococcus menjadi kebal terhadap penisilin. Bakteri-bakter ini saling berpasangan dan bakteri yang kebal, memodifikasi gen yang tidak kebal. Percobaan ini membuktikan bahwa seks menjadi salah satu strategi bertahan hidup yang paling sederhana dengan adanya kerjasama.
Pada perkembangannya kemudian seks menjadi reproduksi seksual, dimana seks digunakan secara rutin dalam proses reproduksi.
http://id.wikipedia.org/wiki/Seks
Pengertian Sex / Seks - Wikipedia Indonesia
Pengertian Sex / Seks
Seks adalah cara genetis untuk menciptakan dan mewariskan ciri individual dalam suatu populasi.
http://id.wikipedia.org/wiki/Seks
Seks adalah cara genetis untuk menciptakan dan mewariskan ciri individual dalam suatu populasi.
http://id.wikipedia.org/wiki/Seks
Playboy Indonesia menurut Naek L Tobing
Remaja dan Anak-anak Pasti "Kejar" Playboy
Jakarta, 17 Januari 2006 10:14
Seksolog Naek L Tobing khawatir, remaja dan anak-anak akan mencari atau mengejar-ngejar majalah Playboy Indonesia. Apalagi hukum di sini belum kuat untuk melindungi mereka hal-hal berbau porno. Karena itu Naek minta penerbit tidak memaksakan diri menerbitkannya.
"Hukum di Indonesia belum kuat untuk melakukan pemilahan distribusi media berbau porno sehingga para remaja dan anak di bawah umur bisa membelinya secara bebas," kata Naek L Tobing, di Jakarta, Selasa, menjawab pertanyaan Antara tentang rencana peluncuran Playboy Indonesia.
Menurut Naek, di AS majalah Playboy diperuntukkan bagi orang dewasa. Majalah itu dibungkus rapat dengan plastik, dan dijual di toko-toko buku yang benar-benar menaati aturan yang ada, yakni hanya menjualnya kepada orang dewasa.
"Mereka (toko buku) tidak berani melanggar aturan itu, karena hukumannya cukup berat. Kalau di Indonesia, saya pesimis ketegasan hukum itu bisa dilakukan, selama hukumnya belum jelas, maka lebih baik tak usah ada," kata psikiater yang sering mengasuh rubrik konsultasi seksologi di media-media massa itu.
Naek menilai, kesadaran anak-anak untuk tidak membeli dan membaca media orang dewasa di Indonesia masih harus dipertanyakan.
"Kalau memang hukum yang ada berjalan baik dan bisa memproteksi remaja dan anak-anak, orangtua pun ada yang membutuhkanya," kata Naek L Tobing.
Namun ia pesimis hal itu akan bisa dilakukan pada saat seperti ini. Bahkan dari kacamata seksologi, menurut Naek, unsur pendidikan seksnya kecil sekali.
Dari sudut orang dewasa dan seksologi tidak ada masalah. Namun harus mempertimbangkan aspek lainnya di Indonesia, seperti sudut agama, adat istiadat serta norma-norma yang ada di masyarakat.
"Media tersebut tidak termasuk bagian dari bahan-bahan untuk sex education, meskipun untuk orang dewasa ada yang membutuhkannya," tambahnya.
Seksolog yang sudah menulis puluhan judul buku tentang pendidikan seks tersebut menyebutkan, terhadap remaja di Indonesia perlu dilakukan pembatasan. Selain di Indonesia, di negara-negara lainnya di belahan dunia saat ini dihadapkan dengan perubahan perilaku seks yang cukup berat.
Ia menyebutkan, di Eropa dan Amerika Serikat segala sesuatu didasarkan dari hasil penelitian di lapangan. Apabila hasil penelitian tersebut dampaknya positif, baru diperkenalkan kepada publik.
Karena perencanaan sebuah program dan inovasi baru tersebut dipersiapkan secara terarah maka dampaknya akan positif dan penerimaan masyarakat akan positif pula.
Menurut Naek, apa pun yang mereka luncurkan, tidak akan berdampak apa-apa dan lebih mudah ditata karena sudah berdasarkan penelitian yang kuat yang benar-benar disesuaikan dari sudut sosial dan hukumnya kuat.
"Kalau di Indonesia, hukumnya tidak kuat, aspek sosialnya juga sangat plural. Lebih baik penerbit majalah itu tidak usah memaksakan diri ," kata Naek L Tobing.
Ia juga mengaku cukup prihatin dengan beredar luasnya media cetak dan internet yang berbau porno di masyarakat tanpa ada upaya pembatasan usia pembelinya.
Siapa pun bisa membeli dengan mudah tanpa ada upaya menghindarkan dari para remaja dan anak-anak yang dari segi usia belum cocok membaca atau melihatnya.
"Berdasarkan penelitian yang dilakukan, rata-rata anak usia SMP kelas I sudah pernah menonton film porno. Hal itu sangat memprihatinkan bagi perilaku remaja kita," kata Naek.
Sayangnya saat ini belum ada penelitian yang dilakukan di Indonesia yang mempelajari perilaku seksualitas remaja.
"Satu waktu kedepan akan ada penelitian ke arah sana. Harus ada metode penelitian yang baik sehingga hasilnya valid," tambahnya. [TMA, Ant]
http://www.gatra.com/2006-01-17/artikel.php?id=91531
Jakarta, 17 Januari 2006 10:14
Seksolog Naek L Tobing khawatir, remaja dan anak-anak akan mencari atau mengejar-ngejar majalah Playboy Indonesia. Apalagi hukum di sini belum kuat untuk melindungi mereka hal-hal berbau porno. Karena itu Naek minta penerbit tidak memaksakan diri menerbitkannya.
"Hukum di Indonesia belum kuat untuk melakukan pemilahan distribusi media berbau porno sehingga para remaja dan anak di bawah umur bisa membelinya secara bebas," kata Naek L Tobing, di Jakarta, Selasa, menjawab pertanyaan Antara tentang rencana peluncuran Playboy Indonesia.
Menurut Naek, di AS majalah Playboy diperuntukkan bagi orang dewasa. Majalah itu dibungkus rapat dengan plastik, dan dijual di toko-toko buku yang benar-benar menaati aturan yang ada, yakni hanya menjualnya kepada orang dewasa.
"Mereka (toko buku) tidak berani melanggar aturan itu, karena hukumannya cukup berat. Kalau di Indonesia, saya pesimis ketegasan hukum itu bisa dilakukan, selama hukumnya belum jelas, maka lebih baik tak usah ada," kata psikiater yang sering mengasuh rubrik konsultasi seksologi di media-media massa itu.
Naek menilai, kesadaran anak-anak untuk tidak membeli dan membaca media orang dewasa di Indonesia masih harus dipertanyakan.
"Kalau memang hukum yang ada berjalan baik dan bisa memproteksi remaja dan anak-anak, orangtua pun ada yang membutuhkanya," kata Naek L Tobing.
Namun ia pesimis hal itu akan bisa dilakukan pada saat seperti ini. Bahkan dari kacamata seksologi, menurut Naek, unsur pendidikan seksnya kecil sekali.
Dari sudut orang dewasa dan seksologi tidak ada masalah. Namun harus mempertimbangkan aspek lainnya di Indonesia, seperti sudut agama, adat istiadat serta norma-norma yang ada di masyarakat.
"Media tersebut tidak termasuk bagian dari bahan-bahan untuk sex education, meskipun untuk orang dewasa ada yang membutuhkannya," tambahnya.
Seksolog yang sudah menulis puluhan judul buku tentang pendidikan seks tersebut menyebutkan, terhadap remaja di Indonesia perlu dilakukan pembatasan. Selain di Indonesia, di negara-negara lainnya di belahan dunia saat ini dihadapkan dengan perubahan perilaku seks yang cukup berat.
Ia menyebutkan, di Eropa dan Amerika Serikat segala sesuatu didasarkan dari hasil penelitian di lapangan. Apabila hasil penelitian tersebut dampaknya positif, baru diperkenalkan kepada publik.
Karena perencanaan sebuah program dan inovasi baru tersebut dipersiapkan secara terarah maka dampaknya akan positif dan penerimaan masyarakat akan positif pula.
Menurut Naek, apa pun yang mereka luncurkan, tidak akan berdampak apa-apa dan lebih mudah ditata karena sudah berdasarkan penelitian yang kuat yang benar-benar disesuaikan dari sudut sosial dan hukumnya kuat.
"Kalau di Indonesia, hukumnya tidak kuat, aspek sosialnya juga sangat plural. Lebih baik penerbit majalah itu tidak usah memaksakan diri ," kata Naek L Tobing.
Ia juga mengaku cukup prihatin dengan beredar luasnya media cetak dan internet yang berbau porno di masyarakat tanpa ada upaya pembatasan usia pembelinya.
Siapa pun bisa membeli dengan mudah tanpa ada upaya menghindarkan dari para remaja dan anak-anak yang dari segi usia belum cocok membaca atau melihatnya.
"Berdasarkan penelitian yang dilakukan, rata-rata anak usia SMP kelas I sudah pernah menonton film porno. Hal itu sangat memprihatinkan bagi perilaku remaja kita," kata Naek.
Sayangnya saat ini belum ada penelitian yang dilakukan di Indonesia yang mempelajari perilaku seksualitas remaja.
"Satu waktu kedepan akan ada penelitian ke arah sana. Harus ada metode penelitian yang baik sehingga hasilnya valid," tambahnya. [TMA, Ant]
http://www.gatra.com/2006-01-17/artikel.php?id=91531
Vagina Gatal - Dr Boyke
Vagina Gatal
Dokter Boyke yang terhormat, Dok, akhir-akhir ini daerah bibir vagina
saya terasa gatal. Bila digaruk akan semakin gatal dan pedih. Bahkan,
setelah itu ada cairan yang menyebabkan permukaan menjadi gatal.
Vagina saya tampak kemerahan dan ada bintil-bintil samar (seperti
biduran). Apakah itu memang biduran? Kondisi ini terjadi setelah
bulan lalu saya mengalami biduran di seluruh tubuh saya. Meski
sembuh setelah diobati, kok vagina saya tetap saja gatal? Saya pernah
dengar tentang produk vagina douche untuk membersihkan vagina dari
seorang pramuniaga di departemen store. Apakah produk semacam itu
bisa dipergunakan untuk penyakit saya ini dok? Dalam kondisi seperti apa
seorang perempuan boleh menggunakan produk vagina douche? Apa saja
dampak negatif dari produk tersebut ?
Wahyurini, Jl Tebet Timur, Jakarta Selatan
Jawab:
Gatal-gatal pada vagina dapat menimbulkan keputihan dan penyebabnya
bisa karena infeksi, ataupun karena alergi. Adanya bintil-bintil kemerahan
menandakan bahwa kulit vagina anda mengalami alergi dan infeksi.
Biasanya paling sering di Indonesia adalah infeksi oleh jamur. Biduran
seluruh tubuh yang terjadi pada diri anda, biasanya disebabkan oleh reaksi
alergi pada tubuh (misalnya makan udang, keracunan makanan dan lain-
lain), akibatnya vagina pun terkena dampaknya, namun karena darah
vagina sangat sensitif ditambah dengan adanya infeksi jamur maka gatal
vagina menjadi berkepanjangan. Penggunaan vaginal douche sebaiknya
dikonsultasikan dengan dokter, karena antiseptik yang terkandung
dalam larutan untuk vaginal douche dapat membunuh
mikroorgasme yang baik (yang dibutuhkan oleh tubuh) untuk
menjaga keasaman vagina. Jika tidak ada indikasi, sebaiknya tidak
dilakukan vaginal douche. Jika tetap dilakukan, dapat mengakibatkan
vagina semakin kering dan semakin mudah terkena infeksi.***
Sumber : Suara Karya
Dokter Boyke yang terhormat, Dok, akhir-akhir ini daerah bibir vagina
saya terasa gatal. Bila digaruk akan semakin gatal dan pedih. Bahkan,
setelah itu ada cairan yang menyebabkan permukaan menjadi gatal.
Vagina saya tampak kemerahan dan ada bintil-bintil samar (seperti
biduran). Apakah itu memang biduran? Kondisi ini terjadi setelah
bulan lalu saya mengalami biduran di seluruh tubuh saya. Meski
sembuh setelah diobati, kok vagina saya tetap saja gatal? Saya pernah
dengar tentang produk vagina douche untuk membersihkan vagina dari
seorang pramuniaga di departemen store. Apakah produk semacam itu
bisa dipergunakan untuk penyakit saya ini dok? Dalam kondisi seperti apa
seorang perempuan boleh menggunakan produk vagina douche? Apa saja
dampak negatif dari produk tersebut ?
Wahyurini, Jl Tebet Timur, Jakarta Selatan
Jawab:
Gatal-gatal pada vagina dapat menimbulkan keputihan dan penyebabnya
bisa karena infeksi, ataupun karena alergi. Adanya bintil-bintil kemerahan
menandakan bahwa kulit vagina anda mengalami alergi dan infeksi.
Biasanya paling sering di Indonesia adalah infeksi oleh jamur. Biduran
seluruh tubuh yang terjadi pada diri anda, biasanya disebabkan oleh reaksi
alergi pada tubuh (misalnya makan udang, keracunan makanan dan lain-
lain), akibatnya vagina pun terkena dampaknya, namun karena darah
vagina sangat sensitif ditambah dengan adanya infeksi jamur maka gatal
vagina menjadi berkepanjangan. Penggunaan vaginal douche sebaiknya
dikonsultasikan dengan dokter, karena antiseptik yang terkandung
dalam larutan untuk vaginal douche dapat membunuh
mikroorgasme yang baik (yang dibutuhkan oleh tubuh) untuk
menjaga keasaman vagina. Jika tidak ada indikasi, sebaiknya tidak
dilakukan vaginal douche. Jika tetap dilakukan, dapat mengakibatkan
vagina semakin kering dan semakin mudah terkena infeksi.***
Sumber : Suara Karya
Sterilisasi di Usia Muda - Dr Boyke
Sterilisasi di Usia Muda
Dokter Boyke...
Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua anak berusia 5 tahun dan 1
tahun. Bulan depan, usia saya genap 31 tahun. Dok, rencananya saya dan
suami hanya ingin memiliki dua anak. Tetapi, untuk menggunakan
alat kontrasepsi, saya masih takut, soalnya saya mempunyai kelainan
jantung bawaan. Apakah wanita seusia saya boleh disterilisasi? Apakah
sterilisasi ini berdampak pada hubungan seksual?
Maksudnya, apa saya juga mudah mendapatkan orgasme seperti terjadi
selama ini. Untuk suami, apakah ada bedanya antara perempuan yang
telah steril dengan belum? Apakah sterilisasi ini hasilnya 100 persen
mampu mencegah kehamilan? Hal apa saja yang membuat sterilisasi tidak
berjalan sesuai dengan harapan,
misalnya tiba-tiba saya hamil? Saya tunggu jawaban secepatnya. Soalnya,
saya saat ini tidak menggunakan alat kontrasepsi satu pun dan saya takut
hamil lagi...
Puri Intana, Jl Gelatik , Desa Sawah Lama, Ciputat
Jawab:
Sterilisasi adalah metode kontrasepsi permanent artinya kesuburan tidak
bisa kembali lagi. Jika memang anda hanya merencanakan dua anak saja,
tidak ada salahnya mengikuti kontrasepsi dengan cara steril. Banyak mitos
diseputar tindakan sterilisasi, seperti hilangnya gairah, tidak bisa orgasme
dan lain-lain.
Perlu diketahui bahwa pada tindakan sterilisasi sebenarnya merupakan
tindakan tubektomi (pemotongan dan pengikatan saluran telur), sementara
indung telur tidak diapa apakan, artinya fungsi indung telur
sebagai penghasil hormon estrogen dan progesteron
tidak terganggu. Untuk itu wanita masih bisa mendapatkan gairah
seks maupun orgasme sama dengan wanita yang tidak melakukan
sterilisasi, keberhasilan mencegah kehamilan pada sterilisasi adalah
hampir 100 persen. Biasanya kesalahan sterilisasi adalah memotong
dan mengikat ligamentum yang disangka sebagai tuba (saluran telur). Bisa
saja terjadi penyambungan kembali saluran telur yang sudah dipotong dan
diikat, namun hal tersebut sangat jarang terjadi. Jadi saya kira
memilih sterilisasi untuk KB anda boleh saja dilakukan.
Sumber : Suara Karya
Dokter Boyke...
Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua anak berusia 5 tahun dan 1
tahun. Bulan depan, usia saya genap 31 tahun. Dok, rencananya saya dan
suami hanya ingin memiliki dua anak. Tetapi, untuk menggunakan
alat kontrasepsi, saya masih takut, soalnya saya mempunyai kelainan
jantung bawaan. Apakah wanita seusia saya boleh disterilisasi? Apakah
sterilisasi ini berdampak pada hubungan seksual?
Maksudnya, apa saya juga mudah mendapatkan orgasme seperti terjadi
selama ini. Untuk suami, apakah ada bedanya antara perempuan yang
telah steril dengan belum? Apakah sterilisasi ini hasilnya 100 persen
mampu mencegah kehamilan? Hal apa saja yang membuat sterilisasi tidak
berjalan sesuai dengan harapan,
misalnya tiba-tiba saya hamil? Saya tunggu jawaban secepatnya. Soalnya,
saya saat ini tidak menggunakan alat kontrasepsi satu pun dan saya takut
hamil lagi...
Puri Intana, Jl Gelatik , Desa Sawah Lama, Ciputat
Jawab:
Sterilisasi adalah metode kontrasepsi permanent artinya kesuburan tidak
bisa kembali lagi. Jika memang anda hanya merencanakan dua anak saja,
tidak ada salahnya mengikuti kontrasepsi dengan cara steril. Banyak mitos
diseputar tindakan sterilisasi, seperti hilangnya gairah, tidak bisa orgasme
dan lain-lain.
Perlu diketahui bahwa pada tindakan sterilisasi sebenarnya merupakan
tindakan tubektomi (pemotongan dan pengikatan saluran telur), sementara
indung telur tidak diapa apakan, artinya fungsi indung telur
sebagai penghasil hormon estrogen dan progesteron
tidak terganggu. Untuk itu wanita masih bisa mendapatkan gairah
seks maupun orgasme sama dengan wanita yang tidak melakukan
sterilisasi, keberhasilan mencegah kehamilan pada sterilisasi adalah
hampir 100 persen. Biasanya kesalahan sterilisasi adalah memotong
dan mengikat ligamentum yang disangka sebagai tuba (saluran telur). Bisa
saja terjadi penyambungan kembali saluran telur yang sudah dipotong dan
diikat, namun hal tersebut sangat jarang terjadi. Jadi saya kira
memilih sterilisasi untuk KB anda boleh saja dilakukan.
Sumber : Suara Karya
Sulit Pipis setelah Ejakulasi - Dr Boyke
Sulit Pipis setelah Ejakulasi
Dokter Boyke....
Sebenarnya saya tidak punya masalah seksual. Tetapi, kejadian dua pekan
terakhir ini sungguh menganggu.Dok, saya pria berusia 28 tahun dan usia
istri saya tidak paut berbeda. Kami masih dalam suasana pengantin
baru, menikah sekitar 3 bulan lalu. Hubungan seksual kami panas dan
membara, barangkali sama seperti pengantin baru lainnya.
Namun, saya kok sekarang ini jadi sulit tidur setelah melakukan hubungan
seksual dengan istri? Padahal, saya mencapai ejakulasi, kondisi yang tidak
pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, teman-teman di kantor
hampir semuanya mengaku langsung tidur nyenyak setelah berhubungan.
Anehnya, saya kok harus buang air kecil dulu (kadang 2-3 kali) baru bisa
tidur, meski air seni yang keluar tidak banyak.
Saya khawatir kebiasaan yang nggak asyik ini terus berlanjut. Soalnya kan
repot kalau setiap kali mesti ke kamar mandi dulu. Maklum, masih tinggal
di Pondok Mertua Indah. Sehingga kami malas kalau harus keseringan
ke luar-masuk kamar, karena sebenarnya tidak kebelet kencing.
Normalkah kondisi saya ini dok?
Danang Priambodo by email
Jawab:
Halo Saudara Danang, buang air kecil setelah berhubungan seks
merupakan hal yang wajar. Maklum saja, pada saat orgasme (ejakulasi)
syaraf-syaraf penis terangsang sedemikian rupa, sehingga terjadi ejakulasi
(pengeluaran
sperma). Karena saluran ejakulasi dan saluran kencing muaranya sama,
serta kandung kencing ikut terangsang saat ejakulasi, maka setelah
ejakulasi dapat saja timbul keinginan untuk kencing.
Saran saya, coba kosongkan dulu kandung kencing sebelum berhu-bungan
seks. Cara ini biasanya dapat mengurangi keinginan kencing tersebut. Sulit
tidur karena belum kencing merupakan hal yang wajar, karena kandung
kencing terasa penuh dan membuat perasaan kita tidak nyaman
saat tidur.***
Sumber : Suara Karya
Dokter Boyke....
Sebenarnya saya tidak punya masalah seksual. Tetapi, kejadian dua pekan
terakhir ini sungguh menganggu.Dok, saya pria berusia 28 tahun dan usia
istri saya tidak paut berbeda. Kami masih dalam suasana pengantin
baru, menikah sekitar 3 bulan lalu. Hubungan seksual kami panas dan
membara, barangkali sama seperti pengantin baru lainnya.
Namun, saya kok sekarang ini jadi sulit tidur setelah melakukan hubungan
seksual dengan istri? Padahal, saya mencapai ejakulasi, kondisi yang tidak
pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, teman-teman di kantor
hampir semuanya mengaku langsung tidur nyenyak setelah berhubungan.
Anehnya, saya kok harus buang air kecil dulu (kadang 2-3 kali) baru bisa
tidur, meski air seni yang keluar tidak banyak.
Saya khawatir kebiasaan yang nggak asyik ini terus berlanjut. Soalnya kan
repot kalau setiap kali mesti ke kamar mandi dulu. Maklum, masih tinggal
di Pondok Mertua Indah. Sehingga kami malas kalau harus keseringan
ke luar-masuk kamar, karena sebenarnya tidak kebelet kencing.
Normalkah kondisi saya ini dok?
Danang Priambodo by email
Jawab:
Halo Saudara Danang, buang air kecil setelah berhubungan seks
merupakan hal yang wajar. Maklum saja, pada saat orgasme (ejakulasi)
syaraf-syaraf penis terangsang sedemikian rupa, sehingga terjadi ejakulasi
(pengeluaran
sperma). Karena saluran ejakulasi dan saluran kencing muaranya sama,
serta kandung kencing ikut terangsang saat ejakulasi, maka setelah
ejakulasi dapat saja timbul keinginan untuk kencing.
Saran saya, coba kosongkan dulu kandung kencing sebelum berhu-bungan
seks. Cara ini biasanya dapat mengurangi keinginan kencing tersebut. Sulit
tidur karena belum kencing merupakan hal yang wajar, karena kandung
kencing terasa penuh dan membuat perasaan kita tidak nyaman
saat tidur.***
Sumber : Suara Karya
Kecapaian Turunkan Gairah Seks - Dr Boyke
Kecapaian Turunkan Gairah Seks
Dokter Boyke yang terhormat...
Saya pria berusia 42 tahun dan istri berusia 39 tahun. Dua tahun
belakangan ini, istri saya kembali bekerja di perusahaan keluarganya. Yang
jadi persoalan dok, kami sering pulang larut malam karena banyaknya
pekerjaan yang harus diselesaikan. Akibatnya, kami biasanya
pulang sudah dalam keadaan sangat lelah dan ingin tidur secepatnya.
Karena kesibukan pekerjaan ini hampir terjadi setiap hari, hubungan
seksual baru "sempat" kami lakukan pada akhir pekan. Pada saat itu
biasanya istri saya ingin melakukannya berkali-kali. Terus terang dok, saya
merasa agak kewalahan. Apakah hubungan seksual yang seperti ini
nantinya tidak mengganggu kesehatan? Apa yang harus saya lakukan
untuk meningkatkan stamina saya, dok, mengingat beberapa
bulan belakangan ini kondisi tubuh saya mudah letih, lemah dan
lesu? Karena, akhir pekan yang seharusnya digunakan untuk memulihkan
tenaga, justru kami forsir habis-habisan!
Rusdiawan, Cengkareng, Jakarta Barat
Jawab:
Saudara Rusdiawan, hubungan seks yang dilakukan berkali-kali dalam 1
hari, tentu saja menguras tenaga. Meskipun secara medis, tidak berdampak
serius, sebaiknya keinginan seks suami istri disalurkan secara teratur. Bagi
mereka yang sibuk, melakukan hubungan seks di pagi hari (lewat
"serangan fajar"), cukup nyaman dan menyenangkan. Apalagi setelah tidur
yang cukup, tenaga pulih sehingga cukup energi untuk melakukan
hubungan seks. Belum lagi, pada dini hari, hormon pria biasanya sedang
mencapai puncak dan hal tersebut dapat mendorong gairah seks Anda
secara optimal.Seks yang sehat dan indah, tidak membuat tubuh
lesu, tetapi justru menambah kebugaran. Lesu setelah
berhubungan seks bisa juga akibat kurang berolah raga atau ada
kecemasan yang berkepanjangan. Nah, cari waktu luang untuk sesekali
berolah raga dan hilangkan stres agar tidak selalu merasa cemas. Jalani
hidup ini dengan santai, selalu bersikap positif, dan tidak perlu
tegang untuk meraih kebahagiaan sejati.
Sumber : Suara Karya
Dokter Boyke yang terhormat...
Saya pria berusia 42 tahun dan istri berusia 39 tahun. Dua tahun
belakangan ini, istri saya kembali bekerja di perusahaan keluarganya. Yang
jadi persoalan dok, kami sering pulang larut malam karena banyaknya
pekerjaan yang harus diselesaikan. Akibatnya, kami biasanya
pulang sudah dalam keadaan sangat lelah dan ingin tidur secepatnya.
Karena kesibukan pekerjaan ini hampir terjadi setiap hari, hubungan
seksual baru "sempat" kami lakukan pada akhir pekan. Pada saat itu
biasanya istri saya ingin melakukannya berkali-kali. Terus terang dok, saya
merasa agak kewalahan. Apakah hubungan seksual yang seperti ini
nantinya tidak mengganggu kesehatan? Apa yang harus saya lakukan
untuk meningkatkan stamina saya, dok, mengingat beberapa
bulan belakangan ini kondisi tubuh saya mudah letih, lemah dan
lesu? Karena, akhir pekan yang seharusnya digunakan untuk memulihkan
tenaga, justru kami forsir habis-habisan!
Rusdiawan, Cengkareng, Jakarta Barat
Jawab:
Saudara Rusdiawan, hubungan seks yang dilakukan berkali-kali dalam 1
hari, tentu saja menguras tenaga. Meskipun secara medis, tidak berdampak
serius, sebaiknya keinginan seks suami istri disalurkan secara teratur. Bagi
mereka yang sibuk, melakukan hubungan seks di pagi hari (lewat
"serangan fajar"), cukup nyaman dan menyenangkan. Apalagi setelah tidur
yang cukup, tenaga pulih sehingga cukup energi untuk melakukan
hubungan seks. Belum lagi, pada dini hari, hormon pria biasanya sedang
mencapai puncak dan hal tersebut dapat mendorong gairah seks Anda
secara optimal.Seks yang sehat dan indah, tidak membuat tubuh
lesu, tetapi justru menambah kebugaran. Lesu setelah
berhubungan seks bisa juga akibat kurang berolah raga atau ada
kecemasan yang berkepanjangan. Nah, cari waktu luang untuk sesekali
berolah raga dan hilangkan stres agar tidak selalu merasa cemas. Jalani
hidup ini dengan santai, selalu bersikap positif, dan tidak perlu
tegang untuk meraih kebahagiaan sejati.
Sumber : Suara Karya
Menyoal Praktik Anal Seks - Dr Boyke
Menyoal Praktik Anal Seks
Pak Dokter Boyke yang terhormat.Dok, ini pertanyaan darurat nih. Saya
seorang istri berusia 25 tahun. Suami saya 40 tahun. Kami menikah
baru setahun yang lalu. Saat menikah, suami saya seorang yang duda.
Awalnya saya bahagia dengan gaya bercinta suami saya yang heboh.
Tetapi belakangan ini, saya mulai bete alias bosan sekali. Soalnya, suami
saya selalu minta hubungan lewat belakang dengan memasukkan
"barang"nya lewat anus. Sakit dan jijik rasanya. Tapi kalau menolak, dia
langsung marah-marah. Dan, buntut-buntutnya, semua barang dia lempar.
Dok, apakah saya harus pasrah? Apakah hubungan lewat belakang itu
sehat? Bagaimana cara agar suami saya tidak melakukan lagi? Dok,
mengapa suami saya memilih hubungan lewat belakang? Apakah dia ada
kelainan
seks tertentu? Tolong ya, dok, saya sangat menderita karenanya.
ST, istri yang menderita, Cimanggis, Bogor
Jawab
Istri yang menderita di Cimanggis
Hubungan seks dari belakang atau dikenal dengan istilah anal seks
sebaiknya dihindarkan karena bukan merupakan seks yang sehat. Anus
merupakan tempat kotoran dan dindingnya tidak setebal vagina, sehingga
mudah robek pada saat hubungan seks. Kalau dindingnya terluka tentu
bisa berpotensi mendatangkan infeksi. Ini berpotensi mendatangkan
aneka macam penyakit seks. Kondisi itu juga dapat mengakibatkan
penularan berbagai penyakit (hepatitis C dan lain-lain) serta dapat
menimbulkan perdarahan hebat karena anus kaya akan pembuluh darah.
Anda tidak boleh pasrah. Cobalah tolak secara halus bila suami punya
keinginan itu. Tawarkan posisi dan variasi lain yang mampu membuat
suami tetap merasa senang. Perlu diketahui, hubungan seks melalui anus
sering dilakukan pria-pria homoseks, karena pasangan homoseks tidak
mempunyai vagina. Jika suami lebih menyukai anal seks ketimbang
vagina, mungkin saja dia punya
kecenderungan homoseksual? Ok.
Sumber : Suara Karya
Pak Dokter Boyke yang terhormat.Dok, ini pertanyaan darurat nih. Saya
seorang istri berusia 25 tahun. Suami saya 40 tahun. Kami menikah
baru setahun yang lalu. Saat menikah, suami saya seorang yang duda.
Awalnya saya bahagia dengan gaya bercinta suami saya yang heboh.
Tetapi belakangan ini, saya mulai bete alias bosan sekali. Soalnya, suami
saya selalu minta hubungan lewat belakang dengan memasukkan
"barang"nya lewat anus. Sakit dan jijik rasanya. Tapi kalau menolak, dia
langsung marah-marah. Dan, buntut-buntutnya, semua barang dia lempar.
Dok, apakah saya harus pasrah? Apakah hubungan lewat belakang itu
sehat? Bagaimana cara agar suami saya tidak melakukan lagi? Dok,
mengapa suami saya memilih hubungan lewat belakang? Apakah dia ada
kelainan
seks tertentu? Tolong ya, dok, saya sangat menderita karenanya.
ST, istri yang menderita, Cimanggis, Bogor
Jawab
Istri yang menderita di Cimanggis
Hubungan seks dari belakang atau dikenal dengan istilah anal seks
sebaiknya dihindarkan karena bukan merupakan seks yang sehat. Anus
merupakan tempat kotoran dan dindingnya tidak setebal vagina, sehingga
mudah robek pada saat hubungan seks. Kalau dindingnya terluka tentu
bisa berpotensi mendatangkan infeksi. Ini berpotensi mendatangkan
aneka macam penyakit seks. Kondisi itu juga dapat mengakibatkan
penularan berbagai penyakit (hepatitis C dan lain-lain) serta dapat
menimbulkan perdarahan hebat karena anus kaya akan pembuluh darah.
Anda tidak boleh pasrah. Cobalah tolak secara halus bila suami punya
keinginan itu. Tawarkan posisi dan variasi lain yang mampu membuat
suami tetap merasa senang. Perlu diketahui, hubungan seks melalui anus
sering dilakukan pria-pria homoseks, karena pasangan homoseks tidak
mempunyai vagina. Jika suami lebih menyukai anal seks ketimbang
vagina, mungkin saja dia punya
kecenderungan homoseksual? Ok.
Sumber : Suara Karya
Berhubungan Seks - Dr Boyke
Berhubungan Seks
Selama Hamil
Dokter Boyke yang baik,
Dok, istri saya positif hamil. Saya bersyukur, apalagi kami sudah
menunggu sejak dua tahun lalu. Tapi masalahnya dok, saya ini termasuk
orang yang keranjingan seks. Sejak menikah, kami selalu melakukan
hubungan bahkan setiap hari, walau itu cuma sebentar. Sebagai informasi,
istri saya sekarang usianya 24 tahun, sedang saya 30 tahun, istri saya
sedang mengandung dua bulan. Pertanyaannya dok, bagaimana cara
berhubungan seks yang aman agar kandungan istri saya tidak terganggu?
Kemudian bagaimana dengan frekuensi berhubungan yang
ideal selama istri saya hamil? Apakah betul, saat kandungan berusia
delapan hingga sembilan bulan aktivitas seks harus ditingkatkan?
Pantangan apa yang tidak boleh dilanggar saat berhubungan agar
kehamilan istri saya tidak terganggu?
Atas jawabannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih buat Pak Dokter.
Sukses ya, dok.
Irwan, Kebayoran Baru, Jakarta
Jawab:
Halo, Irwan di Kebayoran
Sebenarnya seks selama kehamilan boleh-boleh saja, tidak dilarang, selama
keadaan ibu dan janin sehat. Yang dapat menentukan janin dan ibu sehat
adalah dokter atau bidan yang merawat selama ibu hamil.Tentang posisi
hubungan seks yang aman, seperti pernah saya jelaskan dalam rubrik
terdahulu, wanita di atas (female superior) tidak terlalu berisiko. Sebagai
variasi, boleh juga posisi pria dari belakang (dog position) dengan posisi
wanita menungging. Seks yang sehat idealnya adalah 1-4 kali dalam
seminggu.
Ini berlaku untuk pria dan wanita, baik yang sedang hamil ataupun tidak.
Soal pantangan, rasa-rasanya tidak ada. Hanya saja, karena wanita sedang
hamil sebaiknya, ya jangan terlalu kasar. Hindari penetrasi terlalu kuat
terhadap perut wanita yang mengandung janin bayi.
Sumber : Suara Karya
Selama Hamil
Dokter Boyke yang baik,
Dok, istri saya positif hamil. Saya bersyukur, apalagi kami sudah
menunggu sejak dua tahun lalu. Tapi masalahnya dok, saya ini termasuk
orang yang keranjingan seks. Sejak menikah, kami selalu melakukan
hubungan bahkan setiap hari, walau itu cuma sebentar. Sebagai informasi,
istri saya sekarang usianya 24 tahun, sedang saya 30 tahun, istri saya
sedang mengandung dua bulan. Pertanyaannya dok, bagaimana cara
berhubungan seks yang aman agar kandungan istri saya tidak terganggu?
Kemudian bagaimana dengan frekuensi berhubungan yang
ideal selama istri saya hamil? Apakah betul, saat kandungan berusia
delapan hingga sembilan bulan aktivitas seks harus ditingkatkan?
Pantangan apa yang tidak boleh dilanggar saat berhubungan agar
kehamilan istri saya tidak terganggu?
Atas jawabannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih buat Pak Dokter.
Sukses ya, dok.
Irwan, Kebayoran Baru, Jakarta
Jawab:
Halo, Irwan di Kebayoran
Sebenarnya seks selama kehamilan boleh-boleh saja, tidak dilarang, selama
keadaan ibu dan janin sehat. Yang dapat menentukan janin dan ibu sehat
adalah dokter atau bidan yang merawat selama ibu hamil.Tentang posisi
hubungan seks yang aman, seperti pernah saya jelaskan dalam rubrik
terdahulu, wanita di atas (female superior) tidak terlalu berisiko. Sebagai
variasi, boleh juga posisi pria dari belakang (dog position) dengan posisi
wanita menungging. Seks yang sehat idealnya adalah 1-4 kali dalam
seminggu.
Ini berlaku untuk pria dan wanita, baik yang sedang hamil ataupun tidak.
Soal pantangan, rasa-rasanya tidak ada. Hanya saja, karena wanita sedang
hamil sebaiknya, ya jangan terlalu kasar. Hindari penetrasi terlalu kuat
terhadap perut wanita yang mengandung janin bayi.
Sumber : Suara Karya
Menyoal Oral Seks - Dr Boyke
Menyoal Oral Seks
Buat Pak Boyke,
Saya seorang pengantin baru berusia 22 tahun. Saya bersyukur punya
suami yang memiliki hasrat seks tinggi. Sebab itulah, setiap kali melakukan
hubungan seks, saya sering mencapai puncak. Tapi belakangan ini,
perilaku seksual suami saya yang berusia 24 tahun, agak aneh. Dia sering
meminta saya melakukan oral seks. Sebelnya, kalau sudah begitu,
pasti lama. Sampai saya pegel dan merasa jijik, dia tidak juga mencapai
puncak. Dia baru mencapai puncak kalau sudah melakukan hubungan
badan. Jadi dok, apakah permintaan beroral seks itu normal? Bagaimana
agar dia bisa cepat puas saat beroral seks?
Lalu bagaimana caranya? Apakah oral seks itu sehat?
Sumiyati A, Cileunyi, Bandung
Jawab:
Oral seks merupakan hal yang lazim dilakukan oleh
pasangan suami isteri, meski beberapa kalangan menganggap kegiatan
tersebut melanggar norma moral. Sebenarnya teknik dan cara oral seks
sendiri bermacam-macam, dan biasanya agar cepat ejakulasi, selain lewat
mulut, bisa juga dibantu melalui rangsangan tangan.Tidak ada cara khusus
dalam beroral seks. Sebenarnya saat masuk ke dalam mulut pun penis
sudah menerima
berbagai rangsangan seperti dari lidah, gusi, kerongkongan, bibir dan lain-
lain, yang memberikan sensasi yang bermacam-macam pula pada penis.
Meski secara medis kegiatan oral seks itu sehat, selama pasangan tidak
terkena penyakit menular seksual, tetapi sebaiknya dihindari. Apalagi,
kalau kegiatan tersebut tidak menyenangkan salah satu pihak karena
merasa jijik dan sebagainya.Belum lagi, kegiatan oral seks sejauh ini masih
belum bisa diterima secara moral. Apalagi, untuk peradaban dan
adat-istiadat orang Timur seperti Indonesia.***
Sumber : Suara Karya
Buat Pak Boyke,
Saya seorang pengantin baru berusia 22 tahun. Saya bersyukur punya
suami yang memiliki hasrat seks tinggi. Sebab itulah, setiap kali melakukan
hubungan seks, saya sering mencapai puncak. Tapi belakangan ini,
perilaku seksual suami saya yang berusia 24 tahun, agak aneh. Dia sering
meminta saya melakukan oral seks. Sebelnya, kalau sudah begitu,
pasti lama. Sampai saya pegel dan merasa jijik, dia tidak juga mencapai
puncak. Dia baru mencapai puncak kalau sudah melakukan hubungan
badan. Jadi dok, apakah permintaan beroral seks itu normal? Bagaimana
agar dia bisa cepat puas saat beroral seks?
Lalu bagaimana caranya? Apakah oral seks itu sehat?
Sumiyati A, Cileunyi, Bandung
Jawab:
Oral seks merupakan hal yang lazim dilakukan oleh
pasangan suami isteri, meski beberapa kalangan menganggap kegiatan
tersebut melanggar norma moral. Sebenarnya teknik dan cara oral seks
sendiri bermacam-macam, dan biasanya agar cepat ejakulasi, selain lewat
mulut, bisa juga dibantu melalui rangsangan tangan.Tidak ada cara khusus
dalam beroral seks. Sebenarnya saat masuk ke dalam mulut pun penis
sudah menerima
berbagai rangsangan seperti dari lidah, gusi, kerongkongan, bibir dan lain-
lain, yang memberikan sensasi yang bermacam-macam pula pada penis.
Meski secara medis kegiatan oral seks itu sehat, selama pasangan tidak
terkena penyakit menular seksual, tetapi sebaiknya dihindari. Apalagi,
kalau kegiatan tersebut tidak menyenangkan salah satu pihak karena
merasa jijik dan sebagainya.Belum lagi, kegiatan oral seks sejauh ini masih
belum bisa diterima secara moral. Apalagi, untuk peradaban dan
adat-istiadat orang Timur seperti Indonesia.***
Sumber : Suara Karya
Variasi Seks ala Kamasutra - Dr Boyke
Variasi Seks ala Kamasutra
Halo Dokter Boyke yang terhormat, Dok, usia saya seorang pria berusia 40
tahun. Saya sudah berumah tangga selama 10 tahun. Selama berhubungan
seks dengan istri, sudah berbagai gaya saya lakukan. Seperti pernah saya
baca di rubrik konsultasi seks sebuah majalah wanita, konon, variasi gaya
bercinta membuat hubungan seks menjadi luar biasa. Namun, saya masih
belum menemukan posisi yang mampu memberikan kepuasan puncak.
Pertanyaannya, posisi seperti apa yang memberikan kepuasan seks?
Bagaimana caranya?Kepada Dokter Boyke, semoga terus sukses.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kebaikan mau
menjawab pertanyaan saya.
Wardi Hendrawan Wisma Asri, Bekasi
Jawab:
Hasrat (gairah seksual) sangat tergantung pada beberapa faktor, antara lain
komunikasi, kondisi fisik, kondisi emosi, rasa cinta, teknik dan variasi. Jika
salah satu faktor tidak terpenuhi biasanya kepuasan seks yang diinginkan
menjadi tidak optimal. Untuk itu, cobalah bangun komunikasi yang lebih
intim, libatkan emosi saat bercinta dan tanyakan suasana seperti apa
yang diinginkan pasangan agar seks lebih memuaskan.Pada dasarnya
semua posisi dan variasi seks dapat memuaskan. Jadi, masalah kepuasan
tergantung pada keinginan masing-masing pasangan dan hal tersebut
bisa didiskusikan sebelum hubungan seks dimulai.
Untuk mendatangkan gairah seks agar lebih gayeng, Anda bisa melihat
film Kamasutra atau buku-buku pendidikan seks, seperti The Perfumed
Garden. Dari menonton film atau membaca buku-buku seks macam ini,
daya imajinasi saat berhubungan badan akan tumbuh. Bila daya imajinasi
melambung, maka gairah seks pun akan meluap-luap. Keinginan untuk
mencapai puncak kenikmatan saat bersenggama, terbuka lebar. Ini akan
membantu pasangan (kedua belah pihak) untuk mencapai kepuasan yang
tak terkira.***
Sumber : Suara Karya
Halo Dokter Boyke yang terhormat, Dok, usia saya seorang pria berusia 40
tahun. Saya sudah berumah tangga selama 10 tahun. Selama berhubungan
seks dengan istri, sudah berbagai gaya saya lakukan. Seperti pernah saya
baca di rubrik konsultasi seks sebuah majalah wanita, konon, variasi gaya
bercinta membuat hubungan seks menjadi luar biasa. Namun, saya masih
belum menemukan posisi yang mampu memberikan kepuasan puncak.
Pertanyaannya, posisi seperti apa yang memberikan kepuasan seks?
Bagaimana caranya?Kepada Dokter Boyke, semoga terus sukses.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kebaikan mau
menjawab pertanyaan saya.
Wardi Hendrawan Wisma Asri, Bekasi
Jawab:
Hasrat (gairah seksual) sangat tergantung pada beberapa faktor, antara lain
komunikasi, kondisi fisik, kondisi emosi, rasa cinta, teknik dan variasi. Jika
salah satu faktor tidak terpenuhi biasanya kepuasan seks yang diinginkan
menjadi tidak optimal. Untuk itu, cobalah bangun komunikasi yang lebih
intim, libatkan emosi saat bercinta dan tanyakan suasana seperti apa
yang diinginkan pasangan agar seks lebih memuaskan.Pada dasarnya
semua posisi dan variasi seks dapat memuaskan. Jadi, masalah kepuasan
tergantung pada keinginan masing-masing pasangan dan hal tersebut
bisa didiskusikan sebelum hubungan seks dimulai.
Untuk mendatangkan gairah seks agar lebih gayeng, Anda bisa melihat
film Kamasutra atau buku-buku pendidikan seks, seperti The Perfumed
Garden. Dari menonton film atau membaca buku-buku seks macam ini,
daya imajinasi saat berhubungan badan akan tumbuh. Bila daya imajinasi
melambung, maka gairah seks pun akan meluap-luap. Keinginan untuk
mencapai puncak kenikmatan saat bersenggama, terbuka lebar. Ini akan
membantu pasangan (kedua belah pihak) untuk mencapai kepuasan yang
tak terkira.***
Sumber : Suara Karya
Cinta dan Keperawanan - Dr Boyke
Cinta dan Keperawanan
Salam hangat untuk dokter Boyke...
Saya pria berusia 29 tahun. Dalam waktu 6 bulan lagi saya akan menikah.
Calon istri saya berniat melakukan pemeriksaan yang berhubungan
dengan organ reproduksi. Apakah saya juga perlu melakukan hal yang
sama? Kalau ya, pemeriksaan apa saja yang sebaiknya saya jalani?
Dok, boleh tanya yang agak "aneh" kan? Apakah keperawanan itu hanya
bisa dibuktikan lewat darah yang keluar saat pertama kali berhubungan
badan? Bila tidak ada darah, apakah ada ciri lain yang menandakan
pasangan hidup saya itu masih perawan?
Kata sejumlah kawan, vagina yang masih seret itu menandakan
perempuan bersangkutan masih perawan, benarkah? Tanpa bermaksud
tak percaya dengan istri, saya hanya ingin tahu saja akan hal-hal yang akan
saya hadapi tak lama lagi.
Terima kasih banyak, Dok...
Rudi Djamil, By Email
Jawab:
Merupakan hal yang positif bagi Anda dan calon istri untuk melakukan
pre-marital check up. Pemeriksaan ini dapat mengantisipasi hal-hal yang
tidak diinginkan pada anak yang dilahirkan kelak ataupun pada kesehatan
pasangan. Seorang calon suami yang menderita sifilis, selain menularkan
penyakit tersebut pada pasangan juga dapat menggangu janin di dalam
kandungan pasangan. Janin yang dikandungnya kelak akan mengalami
kecacatan atau keguguran. Biasanya check up meliputi pemeriksaan organ
reproduksi dan laboratorium darah. Hanya 65% wanita mengalami
pendarahan vagina pada senggama pertama, sedangkan 35%-nya tidak
berdarah karena mungkin robeknya selaput dara pada tempat yang
tidak ada pembuluh darahnya, atau karena memiliki selaput dara yang
elastis. Ciri-ciri seseorang masih perawan hanya bisa dilihat dari selaput
daranya oleh dokter.
Sebenarnya makna suatu perkawinan tak tergantung pada selaput dara,
tetapi pada cinta Anda kepada pasangan calon istri atau sebaliknya. Kalau
Anda memang cinta pada calon istri, Anda harus mau menerima pasangan
Anda itu seperti apa adanya. Seret tidaknya vagina tidak menentukan
seorang wanita masih perawan atau tidak. Ok, selamat melangsungkan
perkawinan.***
Sumber : Suara Karya
Salam hangat untuk dokter Boyke...
Saya pria berusia 29 tahun. Dalam waktu 6 bulan lagi saya akan menikah.
Calon istri saya berniat melakukan pemeriksaan yang berhubungan
dengan organ reproduksi. Apakah saya juga perlu melakukan hal yang
sama? Kalau ya, pemeriksaan apa saja yang sebaiknya saya jalani?
Dok, boleh tanya yang agak "aneh" kan? Apakah keperawanan itu hanya
bisa dibuktikan lewat darah yang keluar saat pertama kali berhubungan
badan? Bila tidak ada darah, apakah ada ciri lain yang menandakan
pasangan hidup saya itu masih perawan?
Kata sejumlah kawan, vagina yang masih seret itu menandakan
perempuan bersangkutan masih perawan, benarkah? Tanpa bermaksud
tak percaya dengan istri, saya hanya ingin tahu saja akan hal-hal yang akan
saya hadapi tak lama lagi.
Terima kasih banyak, Dok...
Rudi Djamil, By Email
Jawab:
Merupakan hal yang positif bagi Anda dan calon istri untuk melakukan
pre-marital check up. Pemeriksaan ini dapat mengantisipasi hal-hal yang
tidak diinginkan pada anak yang dilahirkan kelak ataupun pada kesehatan
pasangan. Seorang calon suami yang menderita sifilis, selain menularkan
penyakit tersebut pada pasangan juga dapat menggangu janin di dalam
kandungan pasangan. Janin yang dikandungnya kelak akan mengalami
kecacatan atau keguguran. Biasanya check up meliputi pemeriksaan organ
reproduksi dan laboratorium darah. Hanya 65% wanita mengalami
pendarahan vagina pada senggama pertama, sedangkan 35%-nya tidak
berdarah karena mungkin robeknya selaput dara pada tempat yang
tidak ada pembuluh darahnya, atau karena memiliki selaput dara yang
elastis. Ciri-ciri seseorang masih perawan hanya bisa dilihat dari selaput
daranya oleh dokter.
Sebenarnya makna suatu perkawinan tak tergantung pada selaput dara,
tetapi pada cinta Anda kepada pasangan calon istri atau sebaliknya. Kalau
Anda memang cinta pada calon istri, Anda harus mau menerima pasangan
Anda itu seperti apa adanya. Seret tidaknya vagina tidak menentukan
seorang wanita masih perawan atau tidak. Ok, selamat melangsungkan
perkawinan.***
Sumber : Suara Karya
Sulit Ejakulasi - Dr Boyke
Sulit Ejakulasi
Halo dokter Boyke.
Dok, saya duda yang baru menikah lagi setelah 2 tahun "kosong". Usia
saya saat ini 42 tahun. Yang saya ingin tanyakan dok, saya jadi sering
kesulitan untuk berejakulasi setelah melakukan hubungan seksual.
Bahkan, hingga 30 menit setelah itu. Apakah saya normal dok? Apakah
kesulitan ejakulasi yang saya alami itu berhubungan dengan masa
menduda saya selama dua tahun itu? Karena, selama menduda itu, saya
nyaris tidak pernah berhubungan seks dengan perempuan. Biasanya saya
mengalihkan keinginan seksual dengan kesibukan bekerja dan berolahraga
di malam hari. Karena, setelah berolahraga biasanya saya langsung tidur
lelap hingga pagi. Kalaupun keinginan seksual itu tidak bisa
dibendung lagi, saya biasanya melakukan onani. Apakah ada cara alami
untuk mempercepat proses ejakulasi? Karena, bila kondisi ini berlanjut,
kasihan sekali istri saya yang terlihat kelelahan tetapi saya belum "selesai".
Patria Halim Bumi Serpong Damai, Tangerang
Jawab:
Memang, ejakulasi sangat dipengaruhi oleh faktor fisik dan faktor psikis.
Kebiasaan mengontrol ejakulasi saat menduda bisa saja menjadi penyebab.
Namun, kurang cukupnya rangsangan atau adanya penyakit gula,
minum obat-obatan tertentu dapat pula menjadi penyebab lainnya. Di
samping itu, pada pria yang takut istrinya hamil atau tidak menyintai istri,
ejakulasi menjadi terhambat. Saran saya, coba hubungi dokter urologi
untuk mengetahui penyebabnya secara fisik. Jika semuanya normal,
bukan tidak mungkin, faktor psikis-lah penyebabnya. Ok.
Sumber : Suara Karya
Halo dokter Boyke.
Dok, saya duda yang baru menikah lagi setelah 2 tahun "kosong". Usia
saya saat ini 42 tahun. Yang saya ingin tanyakan dok, saya jadi sering
kesulitan untuk berejakulasi setelah melakukan hubungan seksual.
Bahkan, hingga 30 menit setelah itu. Apakah saya normal dok? Apakah
kesulitan ejakulasi yang saya alami itu berhubungan dengan masa
menduda saya selama dua tahun itu? Karena, selama menduda itu, saya
nyaris tidak pernah berhubungan seks dengan perempuan. Biasanya saya
mengalihkan keinginan seksual dengan kesibukan bekerja dan berolahraga
di malam hari. Karena, setelah berolahraga biasanya saya langsung tidur
lelap hingga pagi. Kalaupun keinginan seksual itu tidak bisa
dibendung lagi, saya biasanya melakukan onani. Apakah ada cara alami
untuk mempercepat proses ejakulasi? Karena, bila kondisi ini berlanjut,
kasihan sekali istri saya yang terlihat kelelahan tetapi saya belum "selesai".
Patria Halim Bumi Serpong Damai, Tangerang
Jawab:
Memang, ejakulasi sangat dipengaruhi oleh faktor fisik dan faktor psikis.
Kebiasaan mengontrol ejakulasi saat menduda bisa saja menjadi penyebab.
Namun, kurang cukupnya rangsangan atau adanya penyakit gula,
minum obat-obatan tertentu dapat pula menjadi penyebab lainnya. Di
samping itu, pada pria yang takut istrinya hamil atau tidak menyintai istri,
ejakulasi menjadi terhambat. Saran saya, coba hubungi dokter urologi
untuk mengetahui penyebabnya secara fisik. Jika semuanya normal,
bukan tidak mungkin, faktor psikis-lah penyebabnya. Ok.
Sumber : Suara Karya
Ujung Penis Terhalang - Dr Boyke
Ujung Penis Terhalang
Dr Boyke yang baik
Saya seorang suami berusia 48 tahun. Dok, saya sedang mempunyai
masalah saat buang air kecil, yaitu seperti ada yang menghalangi di ujung
penis, sehingga terasa kurang tuntas. Akibatnya, saya harus mengejan
sedikit agar air kencing yang tertahan di ujung penis bisa keluar. Selain itu,
terkadang penis menjadi tegang serta urin seolah tertahan dan tidak
memancar seperti biasanya. Setelah normal kembali, beberapa saat
kemudian keluar cairan seperti air manis dan berwarna putih.
Apakah penyebabnya? Terus terang dok, akibat penyakit saya ini,
hubungan seks dengan istri jadi terganggu. Karena, setiap
akan berhubungan badan, ada perasaan tidak nyaman. Tolonglah dok...
bagaimana menyembuhkan penyakit saya? Prambudi Ananto
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jawab:
Adanya infeksi pada muara saluran penis (uretritis) sering kali
menghalangi keluarnya air kencing atau sperma. Seperti diketahui, pada
muara saluran kencing terdapat kelenjar-kelenjar yang berfungsi
sebagai pelumas saat hubungan seks. Mungkin saja kelenjar-kelenjar
tersebut bengkak akibat terinfeksi. Cobalah konsultasikan ke dokter
urologi. Biasanya jika penyebabnya infeksi, pemberian antibiotik untuk
jangka waktu tertentu dapat menolong. Komunikasikan hal
tersebut juga pada istri, sehingga istri pun dapat mengetahui mengapa saat
berhubungan seks, Anda merasa tidak nyaman. Kalau perlu, ajak dia ke
dokter untuk menemani Anda.
Sumber : Suara Karya
Dr Boyke yang baik
Saya seorang suami berusia 48 tahun. Dok, saya sedang mempunyai
masalah saat buang air kecil, yaitu seperti ada yang menghalangi di ujung
penis, sehingga terasa kurang tuntas. Akibatnya, saya harus mengejan
sedikit agar air kencing yang tertahan di ujung penis bisa keluar. Selain itu,
terkadang penis menjadi tegang serta urin seolah tertahan dan tidak
memancar seperti biasanya. Setelah normal kembali, beberapa saat
kemudian keluar cairan seperti air manis dan berwarna putih.
Apakah penyebabnya? Terus terang dok, akibat penyakit saya ini,
hubungan seks dengan istri jadi terganggu. Karena, setiap
akan berhubungan badan, ada perasaan tidak nyaman. Tolonglah dok...
bagaimana menyembuhkan penyakit saya? Prambudi Ananto
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jawab:
Adanya infeksi pada muara saluran penis (uretritis) sering kali
menghalangi keluarnya air kencing atau sperma. Seperti diketahui, pada
muara saluran kencing terdapat kelenjar-kelenjar yang berfungsi
sebagai pelumas saat hubungan seks. Mungkin saja kelenjar-kelenjar
tersebut bengkak akibat terinfeksi. Cobalah konsultasikan ke dokter
urologi. Biasanya jika penyebabnya infeksi, pemberian antibiotik untuk
jangka waktu tertentu dapat menolong. Komunikasikan hal
tersebut juga pada istri, sehingga istri pun dapat mengetahui mengapa saat
berhubungan seks, Anda merasa tidak nyaman. Kalau perlu, ajak dia ke
dokter untuk menemani Anda.
Sumber : Suara Karya
Seks Selama Hamil - Dr Boyke
Seks Selama Hamil
Dokter Boyke yang baik,
Dok, istri saya positif hamil. Saya sangat bersyukur karena kami sudah
menunggu sejak dua tahun lalu. Tapi masalahnya, saya ini termasuk orang
yang keranjingan seks. Sejak menikah, kami selalu melakukan hubungan
seks setiap hari, walau cuma sebentar. Usia istri saya sekarang 24 tahun,
sedangkan saya 30 tahun. Istri saya sedang mengandung 2 bulan.
Kehamilan istri jelas kami sambut dengan bahagia karena kami
akan memiliki momongan hasil buah cinta kasih di antara
kami. Pertanyaannya, dok:
Bagaimana cara berhubungan seks yang aman agar kandungan
istri saya tidak terganggu? Frekuensi berhubungan yang
ideal selama istri saya hamil, berapa kali seminggu?
Apakah betul, saat kandungan berusia 8-9 bulan,
aktivitas seks harus ditingkatkan? Pantangan apa yang
tidak boleh dilanggar saat berhubungan agar kehamilan
istri saya tidak terganggu?
Atas jawabannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Buat Pak Dokter Boyke, sukses ya, Dok!
Irwan Hanafie
Petukangan Utara,
Jakarta Selatan
Jawab:
Sebenarnya seks selama kehamilan boleh-boleh saja, selama keadaan ibu
dan janin sehat. Yang dapat menentukan janin dan ibu sehat adalah dokter
atau bidan yang merawat selama ibu hamil. Posisi hubungan seks yang
aman adalah wanita di atas (female superior) atau pria dari belakang
(dog position). Seks yang sehat adalah 1-4 kali per minggu, baik pada
wanita sedang hamil ataupun tidak.
Hubungan seks saat kandungan memasuki usia 8-9 bulan tidak perlu
ditingkatkan. Melakukan 1-4 kali per minggu cukup sehat. Pantangan yang
dilarang dalam hubungan seks selama hamil adalah berlaku terlalu kasar,
misalnya, menggunakan alat bantu seks yang dimasukkan ke dalam
vagina, dan lain-lain. Hal itu sebaiknya tidak dilakukan
untuk menghindari luka inveksi pada liang vagina dan keguguran pada
jabang bayi. Ok.***
Sumber : Suara Karya
Dokter Boyke yang baik,
Dok, istri saya positif hamil. Saya sangat bersyukur karena kami sudah
menunggu sejak dua tahun lalu. Tapi masalahnya, saya ini termasuk orang
yang keranjingan seks. Sejak menikah, kami selalu melakukan hubungan
seks setiap hari, walau cuma sebentar. Usia istri saya sekarang 24 tahun,
sedangkan saya 30 tahun. Istri saya sedang mengandung 2 bulan.
Kehamilan istri jelas kami sambut dengan bahagia karena kami
akan memiliki momongan hasil buah cinta kasih di antara
kami. Pertanyaannya, dok:
Bagaimana cara berhubungan seks yang aman agar kandungan
istri saya tidak terganggu? Frekuensi berhubungan yang
ideal selama istri saya hamil, berapa kali seminggu?
Apakah betul, saat kandungan berusia 8-9 bulan,
aktivitas seks harus ditingkatkan? Pantangan apa yang
tidak boleh dilanggar saat berhubungan agar kehamilan
istri saya tidak terganggu?
Atas jawabannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Buat Pak Dokter Boyke, sukses ya, Dok!
Irwan Hanafie
Petukangan Utara,
Jakarta Selatan
Jawab:
Sebenarnya seks selama kehamilan boleh-boleh saja, selama keadaan ibu
dan janin sehat. Yang dapat menentukan janin dan ibu sehat adalah dokter
atau bidan yang merawat selama ibu hamil. Posisi hubungan seks yang
aman adalah wanita di atas (female superior) atau pria dari belakang
(dog position). Seks yang sehat adalah 1-4 kali per minggu, baik pada
wanita sedang hamil ataupun tidak.
Hubungan seks saat kandungan memasuki usia 8-9 bulan tidak perlu
ditingkatkan. Melakukan 1-4 kali per minggu cukup sehat. Pantangan yang
dilarang dalam hubungan seks selama hamil adalah berlaku terlalu kasar,
misalnya, menggunakan alat bantu seks yang dimasukkan ke dalam
vagina, dan lain-lain. Hal itu sebaiknya tidak dilakukan
untuk menghindari luka inveksi pada liang vagina dan keguguran pada
jabang bayi. Ok.***
Sumber : Suara Karya
Asap Rokok Hambat Kehamilan - Dr Boyke
Asap Rokok Hambat Kehamilan
Dokter Boyke....
Saya perempuan berusia 29 tahun. Dalam satu tahun terakhir ini, saya
dilanda kecemasan karena tak kunjung hamil setelah 3 tahun usia
perkawinan. Terus terang, saya memang perempuan karier dengan jabatan
cukup tinggi di sebuah perusahaan dan juga perokok berat. Saya mulai
merokok saat masih duduk di bangku kuliah dan makin parah hingga saat
ini. Sehari saya bisa menghabiskan 3 bungkus rokok jenis mild.
Aktivitas seksual kami tidak ada masalah, bahkan boleh dibilang cukup
"hot" karena kami melakukannya rata-rata 3 kali seminggu dengan kualitas
hubungan yang luar biasa. Artinya, kami berdua sama-sama selalu bisa
mencapai puncak.
Namun, sebagai pasangan suami istri, kami tentu juga ingin mempunyai
keturunan. Apakah ketidaksuburan ini disebabkan oleh kebiasaan saya
yang suka merokok? Ataukan, karena faktor suami yang juga suka
merokok? Apakah saya harus benar-benar berhenti merokok atau cukup
mengurangi saja? Apakah suami juga harus berhenti merokok? Kalau
boleh tahu, zat apa sih yang terkandung dalam rokok, khususnya yang
menyebabkan kemandulan? Selain berhenti merokok, apa yang harus saya
lakukan agar saya bisa hamil? Apakah ada vitamin khusus untuk
meningkatkan kesuburan saya maupun suami? Dari banyak pengalaman
pasangan suami istri lainnya yang perokok, apakah berhenti merokok
benar-benar bisa memperbaiki tingkat kesuburan seseorang?
Putri Ananda, Petukangan Utara, Jaksel
Jawab:
Sudah jelas tertulis dalam pernyataan bahaya merokok pada iklan maupun
bungkus rokok bahwa rokok dapat menyebabkan kanker, impotensi dan
kemandulan. Oleh karena itu jika ingin cepat hamil, baik suami maupun
istri harus berhenti merokok. Suami yang merokok dapat menjadikan
istrinya perokok pasif dan menimbulkan kesulitan hamil juga, bahkan jika
wanita tersebut bisa hamil, janinnya dalam kandungan akan mengalami
pertumbuhan yang terhambat. Zat-zat yang terkandung dalam rokok yang
membahayakan tubuh adalah nikotin, tar, gas CO dan ratusan zat
berbahaya lainnya. Beberapa ahli bahkan mengumpamakan seorang
perokok sama dengan bernafas dengan hidung ditaruh pada knalpot mobil
yang dinyalakan. Selain berhenti merokok, mengonsumsi makanan
bergizi, berolah raga, memanaj stres yang ada, dapat meningkatkan
kesuburan suami dan istri.***
Sumber : Suara Karya
Dokter Boyke....
Saya perempuan berusia 29 tahun. Dalam satu tahun terakhir ini, saya
dilanda kecemasan karena tak kunjung hamil setelah 3 tahun usia
perkawinan. Terus terang, saya memang perempuan karier dengan jabatan
cukup tinggi di sebuah perusahaan dan juga perokok berat. Saya mulai
merokok saat masih duduk di bangku kuliah dan makin parah hingga saat
ini. Sehari saya bisa menghabiskan 3 bungkus rokok jenis mild.
Aktivitas seksual kami tidak ada masalah, bahkan boleh dibilang cukup
"hot" karena kami melakukannya rata-rata 3 kali seminggu dengan kualitas
hubungan yang luar biasa. Artinya, kami berdua sama-sama selalu bisa
mencapai puncak.
Namun, sebagai pasangan suami istri, kami tentu juga ingin mempunyai
keturunan. Apakah ketidaksuburan ini disebabkan oleh kebiasaan saya
yang suka merokok? Ataukan, karena faktor suami yang juga suka
merokok? Apakah saya harus benar-benar berhenti merokok atau cukup
mengurangi saja? Apakah suami juga harus berhenti merokok? Kalau
boleh tahu, zat apa sih yang terkandung dalam rokok, khususnya yang
menyebabkan kemandulan? Selain berhenti merokok, apa yang harus saya
lakukan agar saya bisa hamil? Apakah ada vitamin khusus untuk
meningkatkan kesuburan saya maupun suami? Dari banyak pengalaman
pasangan suami istri lainnya yang perokok, apakah berhenti merokok
benar-benar bisa memperbaiki tingkat kesuburan seseorang?
Putri Ananda, Petukangan Utara, Jaksel
Jawab:
Sudah jelas tertulis dalam pernyataan bahaya merokok pada iklan maupun
bungkus rokok bahwa rokok dapat menyebabkan kanker, impotensi dan
kemandulan. Oleh karena itu jika ingin cepat hamil, baik suami maupun
istri harus berhenti merokok. Suami yang merokok dapat menjadikan
istrinya perokok pasif dan menimbulkan kesulitan hamil juga, bahkan jika
wanita tersebut bisa hamil, janinnya dalam kandungan akan mengalami
pertumbuhan yang terhambat. Zat-zat yang terkandung dalam rokok yang
membahayakan tubuh adalah nikotin, tar, gas CO dan ratusan zat
berbahaya lainnya. Beberapa ahli bahkan mengumpamakan seorang
perokok sama dengan bernafas dengan hidung ditaruh pada knalpot mobil
yang dinyalakan. Selain berhenti merokok, mengonsumsi makanan
bergizi, berolah raga, memanaj stres yang ada, dapat meningkatkan
kesuburan suami dan istri.***
Sumber : Suara Karya
Tips Kencangkan Otot Vagina - Dr. Boyke
Tips Kencangkan Otot Vagina
Dokter Boyke yang terhormat....
Dok, saya ibu rumah tangga dengan tiga anak yang masih kecil-kecil,
masing-masing berusia 8 tahun, 6 tahun dan 4 tahun. Saya berbahagia
sekali memiliki buah hati tersebut karena mereka lucu-lucu,
menggemaskan, dan pandai berbicara. Kehadiran mereka menjadi teman
yang tidak membosankan selama menunggu suami pulang kerja.
Tetapi satu hal yang kini mencemaskan saya adalah bentuk
vagina saya sepertinya sudah tidak seksi lagi dan karenanya rasa sensasi
ketika making love (ML) dengan suami jadi jauh berkurang. Saya susah
mencapai orgasme.
Akhirnya saya jadi tak terlalu bersemangat bermesraan
dengan suami. Saya malah merasa lebih asyik bersua dan
bercanda dengan anak-anak.
Dok, apa yang harus saya lakukan agar bentuk vagina saya bisa seperti
dulu lagi? Apakah saya harus melakukan operasi vagina agar "menciut"
lagi? Adakah cara lain, tanpa perlu melakukan operasi?
Dok, saya sering mendengar iklan produk yang katanya bisa merapatkan
vagina yang sudah kendor, apakah klaim itu benar? Apakah vagina akan
semakin kendor bila kita tidak melakukan tindakan perbaikan? Apakah
kasus yang saya alami ini biasa terjadi pada perempuan lain yang
telah melahirkan 4 anak? Apakah usaha perbaikan ini tidak terlambat,
mengingat usia saya sudah 39 tahun?
Ratna Wulandari by email
Jawab:
Iklan-iklan memperbaiki bentuk vagina melalui krim-krim
tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Lebih baik mengikuti senam otot-
otot panggul pada masa nifas dan setelah melahirkan. Hal tersebut telah
terbukti dapat mengembalikan kekencangan otot vagina. Pada
umumnya wanita yang melahirkan secara normal mengalami
perubahan vaginanya. Jadi, hal ini merupakan hal yang umum saja.
Sudah diteliti bahwa senam kegel dapat mengembalikan
sensasi yang hilang setelah melahirkan.
Sumber : Suara Karya
Dokter Boyke yang terhormat....
Dok, saya ibu rumah tangga dengan tiga anak yang masih kecil-kecil,
masing-masing berusia 8 tahun, 6 tahun dan 4 tahun. Saya berbahagia
sekali memiliki buah hati tersebut karena mereka lucu-lucu,
menggemaskan, dan pandai berbicara. Kehadiran mereka menjadi teman
yang tidak membosankan selama menunggu suami pulang kerja.
Tetapi satu hal yang kini mencemaskan saya adalah bentuk
vagina saya sepertinya sudah tidak seksi lagi dan karenanya rasa sensasi
ketika making love (ML) dengan suami jadi jauh berkurang. Saya susah
mencapai orgasme.
Akhirnya saya jadi tak terlalu bersemangat bermesraan
dengan suami. Saya malah merasa lebih asyik bersua dan
bercanda dengan anak-anak.
Dok, apa yang harus saya lakukan agar bentuk vagina saya bisa seperti
dulu lagi? Apakah saya harus melakukan operasi vagina agar "menciut"
lagi? Adakah cara lain, tanpa perlu melakukan operasi?
Dok, saya sering mendengar iklan produk yang katanya bisa merapatkan
vagina yang sudah kendor, apakah klaim itu benar? Apakah vagina akan
semakin kendor bila kita tidak melakukan tindakan perbaikan? Apakah
kasus yang saya alami ini biasa terjadi pada perempuan lain yang
telah melahirkan 4 anak? Apakah usaha perbaikan ini tidak terlambat,
mengingat usia saya sudah 39 tahun?
Ratna Wulandari by email
Jawab:
Iklan-iklan memperbaiki bentuk vagina melalui krim-krim
tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Lebih baik mengikuti senam otot-
otot panggul pada masa nifas dan setelah melahirkan. Hal tersebut telah
terbukti dapat mengembalikan kekencangan otot vagina. Pada
umumnya wanita yang melahirkan secara normal mengalami
perubahan vaginanya. Jadi, hal ini merupakan hal yang umum saja.
Sudah diteliti bahwa senam kegel dapat mengembalikan
sensasi yang hilang setelah melahirkan.
Sumber : Suara Karya
Jakun dan Disfungsi Ereksi - Dr Boyke
Jakun dan Disfungsi Ereksi
Dokter Boyke yang terhormat
Kenalkan nama saya Aprianto, pria berusia 22 tahun. Dok saya punya
masalah dengan jakun, yaitu tidak menonjol seperti teman-teman pria
lainnya. Padahal, tubuh saya kurus. Dari info yang saya dengar dari
teman-teman, pria yang jakunnya tidak nongol seperti saya, kemampuan
seksnya tidak kuat. Katanya saya memiliki kecenderungan untuk menjadi
seorang perempuan. Apakah info itu benar? Apa yang harus saya lakukan
agar leher saya berjakun seperti pria kebanyakan. Sebenarnya apakah
fungsi jakun itu? Apakah saya harus operasi untuk mendapatkan jakun?
Treatment apa yang saya harus lakukan...dok? Dok, teman saya pernah
mengeluh katanya ia akhir-akhir ini sering mengalami kesulitan dalam
berhubungan seksual dengan istrinya. Apakah keluhan itu akibat stress
yang dialaminya akibat beban kerjanya yang begitu banyak. Karena saya
tidak mengerti tentang seks, saya katakan untuk rajin berolahraga untuk
meningkatkan staminanya. Usaha itu katanya sudah dilakukan, tetapi kok
tidak pengaruh ya? Apakah ada cara lain dok? Saya lihat wajahnya tidak
lagi sumringah seperti dulu-dulu....
Aprianto ,Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jawab:
Pertumbuhan jakun memang dikaitkan dengan adanya perkembangan
seks sekunder pada pria, di samping perubahan suara, tumbuhnya
rambut/kumis serta adanya mimpi basah pada saat pubertas.
Pertumbuhan jakun tidak dikaitkan dengan kemampuan seks. Yang jelas,
jakun itu pasti tumbuh hanya mungkin tidak terlalu menonjol.
Seperti juga kumis tidak selalu setiap laki-laki tumbuhnya lebat.
Fungsi jakun sebenarnya hanya dikaitkan dengan tanda seks sekunder saja,
tidak ada fungsi yang khusus. Jadi tidak perlu cemas, selama fungsi ereksi
dan ejakulasi anda masih normal, semua akan berjalan baik-baik saja.
Mengenai temanmu itu, ia nampaknya mengalami disfungsi ereksi, di
mana salah satu penyebabnya adalah stress dan kelelahan. Beban
pekerjaan yang menumpuk selain mengakibatkan kelelahan, juga timbul
stress yang berkepanjangan.
Apalagi jika di tambah dia tidak berolah raga, tubuhnya gemuk,
mempunyai kebiasaan merokok dan minum minuman keras, maka semua
faktor tersebut memperburuk kemampuan ereksinya. Anjuran anda agar ia
berolah raga sudah tepat, karena tubuh yang bugar akan membuat
seksnya menjadi bugar.
Namun, jika faktor stressnya tidak teratasi, tetap saja akan terjadi disfungsi
ereksi. Saran saya, coba anjurkan ia untuk berkonsultasi dengan konsultan
seks untuk diobati, karena selain stress, beberapa penyakit seperti gula
(diabetes melitus), darah tinggi, kelainan pembuluh darah, kelainan syaraf
dan gangguan hormon dapat pula menjadi penyebab disfungsi ereksi.***
Sumber : Suara Karya
Dokter Boyke yang terhormat
Kenalkan nama saya Aprianto, pria berusia 22 tahun. Dok saya punya
masalah dengan jakun, yaitu tidak menonjol seperti teman-teman pria
lainnya. Padahal, tubuh saya kurus. Dari info yang saya dengar dari
teman-teman, pria yang jakunnya tidak nongol seperti saya, kemampuan
seksnya tidak kuat. Katanya saya memiliki kecenderungan untuk menjadi
seorang perempuan. Apakah info itu benar? Apa yang harus saya lakukan
agar leher saya berjakun seperti pria kebanyakan. Sebenarnya apakah
fungsi jakun itu? Apakah saya harus operasi untuk mendapatkan jakun?
Treatment apa yang saya harus lakukan...dok? Dok, teman saya pernah
mengeluh katanya ia akhir-akhir ini sering mengalami kesulitan dalam
berhubungan seksual dengan istrinya. Apakah keluhan itu akibat stress
yang dialaminya akibat beban kerjanya yang begitu banyak. Karena saya
tidak mengerti tentang seks, saya katakan untuk rajin berolahraga untuk
meningkatkan staminanya. Usaha itu katanya sudah dilakukan, tetapi kok
tidak pengaruh ya? Apakah ada cara lain dok? Saya lihat wajahnya tidak
lagi sumringah seperti dulu-dulu....
Aprianto ,Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jawab:
Pertumbuhan jakun memang dikaitkan dengan adanya perkembangan
seks sekunder pada pria, di samping perubahan suara, tumbuhnya
rambut/kumis serta adanya mimpi basah pada saat pubertas.
Pertumbuhan jakun tidak dikaitkan dengan kemampuan seks. Yang jelas,
jakun itu pasti tumbuh hanya mungkin tidak terlalu menonjol.
Seperti juga kumis tidak selalu setiap laki-laki tumbuhnya lebat.
Fungsi jakun sebenarnya hanya dikaitkan dengan tanda seks sekunder saja,
tidak ada fungsi yang khusus. Jadi tidak perlu cemas, selama fungsi ereksi
dan ejakulasi anda masih normal, semua akan berjalan baik-baik saja.
Mengenai temanmu itu, ia nampaknya mengalami disfungsi ereksi, di
mana salah satu penyebabnya adalah stress dan kelelahan. Beban
pekerjaan yang menumpuk selain mengakibatkan kelelahan, juga timbul
stress yang berkepanjangan.
Apalagi jika di tambah dia tidak berolah raga, tubuhnya gemuk,
mempunyai kebiasaan merokok dan minum minuman keras, maka semua
faktor tersebut memperburuk kemampuan ereksinya. Anjuran anda agar ia
berolah raga sudah tepat, karena tubuh yang bugar akan membuat
seksnya menjadi bugar.
Namun, jika faktor stressnya tidak teratasi, tetap saja akan terjadi disfungsi
ereksi. Saran saya, coba anjurkan ia untuk berkonsultasi dengan konsultan
seks untuk diobati, karena selain stress, beberapa penyakit seperti gula
(diabetes melitus), darah tinggi, kelainan pembuluh darah, kelainan syaraf
dan gangguan hormon dapat pula menjadi penyebab disfungsi ereksi.***
Sumber : Suara Karya
Langganan:
Postingan (Atom)